Buya Hamka Sosok Menginspirasi dari Ranah Minang

Cuplikan film Buya Hamka Volume 2 (sumber: Instagram @buya_hamka_official)

Judul Film: Buya Hamka Vol 2
Genre: Sejarah, Dokumenter, Drama
Durasi: 1 Jam 35 Menit
Produksi: Falcon Pictures dan Starvision
Tahun Rilis: 2023
Sutradara: Fajar Bustami
Resensiator: Elsa Mayora

Lanjutan dari film Buya Hamka Volume 2 yang disutradarai oleh Fajar Bustami, menceritakan mengenai perjuangan Buya Hamka usai proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Film tersebut akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 21 Desember 2023.

Film biografi yang diangkat dari kisah nyata seorang tokoh ulama sekaligus Pahlawan Nasional Indonesia bernama Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka). Film yang dirilis 2023 ini diperankan oleh Vino G. Bastian sebagai Buya Hamka dan Laudya Chintya Bella sebagai Siti Raham.

Secara garis besar, film Buya Hamka dan Siti Raham Vol. 2 ini menceritakan bagaimana Siti Raham memberi kekuatan pada perjuangan Buya Hamka di tengah berbagai cobaan. Mulai dari ketika Hamka meninggalkan Raham untuk ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, hingga momen-momen saat Hamka dipenjara oleh Soekarno, serta sampai ketika Siti Rahman menghembuskan nafas terakhir.

Pada awal film yang memperlihatkan sosok Buya Hamka di masa muda yang bersemangat dalam memerdekakan Indonesia tergambarkan dengan jelas. Semangat yang menggelora sehingga penonton dapat memahami semangat Buya Hamka di momen
itu.

Selain itu, Siti Raham yang ditinggalkan oleh suaminya berjuang di tengah gempuran tentara Belanda juga menunjukkan kekhawatiran yang terlihat jelas pada ekspresi wajahnya. Sehingga penonton bisa merasakan perasaan yang ada di dalam hati sosok Siti Raham itu.

Untungnya meski terdapat perubahan periode waktu, penonton tetap bisa mengikuti ceritanya dengan nyaman berkat make up protestik yang digunakan oleh Vino G Bastian dan Laudya Cintya Bella untuk memperlihatkan perubahan usia Buya Hamka dan Siti Raham. Penggunaan make up protestik semakin memudahkan penonton dalam memahami cuplikan adegan, bagi penonton yang minim literasi sejarah.

Perubahan suasana di dalam film juga dibangun dengan sangat baik, dari momen kebahagiaan saat Buya Hamka kembali pulang setelah beberapa lama keliling desa untuk berjuang. Kemudian, momen ketegangan ketika Buya Hamka ditangkap oleh polisi karena diduga ingin menggulingkan Soekarno, hingga momen ketika ia ingin menyerah dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri karena tidak kuat lagi dengan fitnah yang mengatas namakan dirinya.

Kasih sayang menjadi benang merah yang menghubungkan film pertama dan kedua. Buya Hamka konsisten sebagai karakter yang tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, bahkan saat krisis melanda. Tentu saja, ada Siti Raham yang membuatnya yakin dan tenang untuk membuat keputusan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Rektor UIN IB 1983-1992, Amir Syarifuddin Tutup Usia

Next Post

Mahasiswa 7 BSA-A, Mengangkat Cerita Sukamti Pada Panggung Drama Bahasa Arab

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty