Suarakampus.com– Longsor terjadi di area Gedung J Kampus 3 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang pada Sabtu malam hingga Minggu siang setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari. Kejadian ini menyebabkan jalur di bawah lereng tertutup material tanah, meskipun gedung tidak mengalami kerusakan struktural, Senin (24/11).
Berdasarkan pengamatan di lokasi, material longsor berupa tanah merah yang berasal dari sebuah lereng yang cukup curam di atas area parkir. Tanda parkir terlihat berada sangat dekat dengan aliran material longsor, menunjukkan betapa rawan lokasi tersebut.
Meskipun material tanah memenuhi area, Gedung J tidak terlihat mengalami retakan atau tertimpa material longsor. Longsor dilaporkan berhenti di lereng bawah dan tidak menyentuh dinding gedung.
Di permukaan tanah, terlihat alur kecil seperti bekas aliran air yang diduga menjadi saluran limpasan air hujan yang mempercepat erosi. Semak dan tanaman ikut terseret dalam longsoran, dengan lapisan tanah bagian atas terkelupas secara jelas, mengindikasikan erosi permukaan yang parah.
Menurut keterangan Satpam, Jaka Putra, tingginya curah hujan menjadi faktor utama terjadinya longsor. Intensitas hujan yang terus-menerus selama beberapa hari menyebabkan tanah tidak mampu menahan beban air.
“Longsor ini terjadi karena hujan deras terus beberapa hari ini,” ungkapnya.
Meski terjadi longsor, aktivitas perkuliahan dilaporkan tidak terlalu terganggu. Jadwal kuliah pada hari kejadian tidak padat sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan normal.
“Tidak terlalu mengganggu perkuliahan karena jadwal kuliah pada hari itu tidak padat,” jelas Jaka Putra.
Tidak ada keterangan resmi mengenai tingkat kerusakan gedung. Namun, area parkir di dekat Gedung J untuk sementara dialihkan ke lokasi lain demi keamanan pengguna kendaraan.
“Kami mengarahkan pengguna kendaraan untuk parkir di sisi lain gedung,” ujarnya.
Pihak kampus segera berkoordinasi dengan BPBD Kota Padang sehingga alat berat dan armada pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi. Respons cepat ini dilakukan untuk membersihkan material longsor dan mengantisipasi bahaya lebih lanjut.
“Sudah koordinasi sama BPBD makanya ada alat berat dan damkar kemarin,” kata Asrari, Dandru Regu 1.
Sebagai langkah antisipasi, petugas keamanan kampus ditugaskan untuk berjaga hingga Senin pagi guna menghindari risiko longsor susulan. Kewaspadaan tetap dijaga mengingat kondisi tanah yang masih labil.
“Kami ditugaskan berjaga jika terjadi longsor susulan,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa, Nadia Mawarni, berharap kampus melakukan pencegahan jangka panjang seperti reboisasi di area sekitar kampus. Langkah preventif ini dianggap penting untuk mengurangi risiko longsor di masa mendatang.
“Mungkin ke depannya bisa dilakukan penanaman pohon di kampus ini,” tutupnya. (ver)
Wartawan: Zahra Zaqhira Pilli (Mg), Ergina Khalifah Aljannah (Mg)