Suarakampus.com- Pemimpin Umum Suara Kampus Hungri Somi Julta mengatakan, Suara Kampus sudah ada sejak tahun 1966 namun dengan nama yang berbeda yakni Shautun Jami’ah. Akan tetapi, hal ini tidak bertahan lama sehingga Shautun Jami’ah mengalami vakum 10 tahun.
“Suara Kampus akhirnya kembali bangkit pada 29 November 1978, setelah 10 tahun vakum akibat kurangnya pendanaan dan anggota ketika itu,” katanya, Jumat (10/06).
Lanjutnya, para pendiri Suara Kampus yang diketuai oleh Yulizal Yunus juga menganti nama Shautun Jami’ah menjadi Suara Kampus untuk membentuk semangat baru. “Yulizal Yunus juga mengajak temannya Sutan Zaili Asril, Alirman Hamzah, Shofwan Karim, Herman L, Emma Yohana, dan Fachrul Rasyid HF,” sebutnya saat mengisi materi Diklatsar.
Sejarah tersebut dapat diakses di YouTube Suara Kampus TV https://youtu.be/8ibO42LZX6Q.
Sementara itu, salah seorang peserta Diklatsar Sri Dahlia Andika menuturkan, hari pertama mengikuti Diklatsar tidak seburuk yang dipikirkan, awalnya takut tapi ternyata asik. “Awalnya saya merasa tegang, kaku namun pada akhirnya ini terasa asik karena disertai dengan games,” ucapnya.
Selain itu, salah seorang peserta Muhammad Zakiy berharap, untuk pelaksanaan Diklatsar selanjutnya akan banyak lagi yang berminat ikut lantaran penyampaian materinya mudah dimengerti. “Semoga pada Diklatsar bulan Agustus mendatang lebih banyak lagi peminatnya,” harapnya. (ndn)
Wartawan: Indah Yulfia (Mg), Rolla Purnama Sari (Mg)