Timpangnya Relasi Kuasa Penyebab Terjadinya Kekerasan Seksual

Dokumentasi Saat Berlangsung Webinar Kekerasan Seksual Melalui Via Zoom Meeting (Sumber: Aziziah/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Relasi kuasa yang timpang antara laki-laki dan perempuan menjadi objek kekerasan seksual. Hal ini disampaikan oleh Yayasan Jaringan Relawan Independen (JaRI) Fadila Nur Amalia dalam webinar Saling Rangkoel dalam Memerangi Kekerasan Gender bia Zoom Meeting, Sabtu (08/07).

Selaku pemateri Fadila mengatakan, ketimpangan ini terjadi karena adanya stigma bahwa kodrat perempuan dibawah laki-laki. “Ketika seseorang merasa bahwa dirinya lebih tinggi daripada yang lain, kekerasan akan lebih mungkin terjadi,” jelasnya.

Ia menuturkan konsep ketidaksetaraan gender yang telah diwariskan secara turun temurun tersebut dianggap suatu kewajaran. “Tidak heran perempuan lebih dominan yang mejadi korban kekerasan,” katanya.

Fadila mengungkapkan pelaku kekerasan berbasis gender melakukan perbuatan tercela untuk membuktikan bahwa dirinya punya kuasa. “Perlunya peran kesetaraan gender untuk menghapus segala bentuk kekerasan,” tuturnya.

Lanjutnya, semua orang yang berada dalam relasi timpang sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual. “Semua pihak terutama yang berada pada relasi kuasa timpang, baik secara emosional, psikologis, dan finansial,” katanya.

Ia menegaskan untuk selalu mengkampanyekan hal-hal baik dalam melawan segala bentuk kekerasan. “Kekerasan bisa terjadi dimana saja, maka dari itu saling ngerakul untuk memerangi kekerasan seksual,” tutupnya. (ifw)

Wartawan: Nur ‘Azizah Yunara Putri (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Dominan Bertanah Gambut, Kalimantan Tengah Rentan Karhutla

Next Post

Winny Wiriani: Pentingnya Membuat Perjanjian dalam UMKM Bagi Masyarakat

Related Posts