Pasca Dua Tahun Diresmikan, Kondisi Mesjid Baitul Hikmah Memprihatinkan

Suasana Masjid Baitul Hikmah (Foto: Asih Sri Wiayu/suarakampus.com).

Suarakampus.com- Kondisi masjid Baitul Hikmah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang terlihat memprihatinkan. Padahal, masjid satu-satunya di kampus II UIN IB tersebut baru saja direnovasi pada 2018 silam, yang menyerap anggaran sebesar Rp 4 miliar.

Dari amatan tim suarakampus.com, terlihat beberapa keramik di pelataran masjid mengalami kerusakan dan lepas dari lantai, kondisi serupa juga terlihat di tempat berwudu. Pun dengan eksterior bangunan masjid yang terlihat lusuh.

Terkait hal ini, salah seorang Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Zona mengatakan, kondisi masjid sangat berbeda dari sebelumnya, baik kondisi bangunan maupun fasilitas.

“Keramik di bagian teras maupun kamar mandi sudah banyak yang copot dan jumlah mukenah juga sedikit, padahal banyak jamaah yang membutuhkannya,” katanya, Selasa (19/01).

Senada dengan Zona, April selaku jemaah lainnya juga mengeluhkan kondisi masjid saat ini tidak enak dipandang mata. “Kondisi lantai sudah banyak yang terlepas sehingga tidak enak dilihat,” tuturnya. 

April berharap untuk ke depannya fasilitas dan bangunan masjid di kampus UIN ini segera diperbarui. “Saya berpesan agar pihak kampus dapat merawat dan memperhatikan fasilitasnya,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus masjid Yufni Faisol mengatakan kerusakan keramik itu disorot tidak hanya kali ini saja. Sebab sebelumnya juga pernah terjadi dan sudah dipasang, namun lepas lagi.

“Sekarang sudah banyak keramik yang lepas dari biasanya, yaitu sekitar 78 buah dan ada belasan yang rusak,” jelasnya.

Yufni menuturkan, sudah mengkoordinasikan hal ini ke pihak kampus, namun pihak kampus mengatakan bahwasanya anggaran untuk prbaikan tidak tersedia. “Akan tetapi uang kas mesjid ada dan bisa dipakai, sekarang terkendala pada tukang yang belum dapat,” tuturnya saat dikonfirmasi wartawan suarakampus.com.

“Untuk mukenah nanti saya konfirmasi ke petugas, jumlah mukenah itu banyak dan alasan dikeluarkan sedikit mungkin melihat kondisi jamaah yang minim akibat covid-19,” tutupnya. (rta)

Wartawan: Asih dan Dini Harianti

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

PJLTN Jumadi 2021: Menjawab Kebutuhan Pers Mahasiswa Dunia Digital

Next Post

Tingkatkan Kualitas Kuliah Daring, UIN IB Bakal Gelar Pelatihan Untuk Dosen

Related Posts
Total
0
Share