Hanya Allah Tempat Berlindung dan Meminta

Prof. Dr. H. Asasriwarni/doc: pribadi

Khazanah

Penulis: Prof. Dr. H. Asasriwarni (Guru Besar UIN IB/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar)

Berlindung dan berdoalah hanya kepada Allah, karena rahmat dan bencana itu datang dan perginya dalam kendali Allah. Adapun doa berlindung dari hilangnya nikmat dan datangnya bencana yang terdapat di dalam hadis Rasulullah SAW, yaitu:

عن عبد الله ابن عمر رضي اللَّه عنه قال, من بعض دعاء رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Abdullah Bin ‘Umar Berkata: Di antara doa Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu. (HR. Muslim No. 2739)

Berikut pelajaran yang terdapat di dalam hadis tersebut adalah:

Doa Berlindung dari Hilangnya Nikmat dan Datangnya Bencana

Allohumma innii a’uudzu bika min zawaali ni’matik, wa tahawwuli ‘aafiyatik, wa fujaa’ati niqmatik, wa jamii’i sakhothik

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.

Nikmat

Nikmat yang dimaksud adalah Islam, iman, anugerah ihsan (berbuat baik) dan kebajikan. Jadi dalam doa ini kita berlindung dari hilangnya nikmat-nikmat tersebut. Sebab, bila nikmat tersebut sampai hilang tidak akan ada penggantinya

Berubahnya Kesehatan (‘Afiyah)

Adapun yang dimaksud dengan berubahnya kesehatan ialah nikmat sehat yang berubah menjadi sakit. Kemudian yang dimaksud dengan ‘afiyah (sehat) di sini adalah berpindahnya nikmat ‘afiyah dari pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya. Jadi doa kita dimaksudkan untuk meminta selalu diberi kesehatan (tidak berubah menjadi penyakit), baik pada pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya.

Fuja’ah

Fuja’ah yang dimaksud adalah datangnya secara tiba-tiba. Sedangkan “niqmah” adalah siksa dan murka. Dalam doa ini berarti kita berlindung pada Allah dari datangnya azab, siksa dan murka Allah yang datanya secara tiba-tiba.

Doa

Kita memohon kepada Allah agar terlindung dari murka-Nya yaitu segala hal yang dapat mengantarkan pada murka Allah.

Semoga doa ini bisa kita amalkan dan mendapatkan berbagai anugerah dan terhindar dari bencana.

Selain itu, ada juga tema hadis yang berkaitan dengan Al-Qur’an:

  1. Allah SWT memperingatkan orang-orang yang berani menentang perintah dan melanggar larangan-Nya

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ, أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ ,أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Jikalau penduduk kota-kota beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka yang mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain-main? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf Ayat: 97-99).

2. Kami Perintahkan mereka untuk mengerjakan ketaatan, tetapi sebaliknya mereka mengerjakan perbuatan yang Keji, karenanya mereka berhak mendapat hukuman

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu(supaya menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami),kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya” (QS. Al- isra Ayat:16).

*) Opini kolumnis ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi suarakampus.com. (rta)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Tips Hilangkan Mager Saat Puasa

Next Post

Dosen Unidha: Eksistensi Manusia Bisa Kendalikan Akal dan Nafsu

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty