Kerusakan Meluas Pasca Siklon Tropis di Sumatra: Perhatian Pemerintah Pusat dipertanyakan

Sumber: https://liputan6.com

Suarakampus.com– Banjir bandang akibat serangan badai siklon tropis melanda Pulau Sumatera.  Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara terdampak sebab hujan berintensitas tinggi timbulkan kerusakan luas. Sabtu, (29/11).

Warga Lhokseumawe, Ririn, menyampaikan bahwa hujan deras mengguyur daerahnya sejak senin lalu.”Parit besar di Lhokseumawe tidak mampu menampung air sehingga meluap,” sampainya. 

Ia menuturkan bahwa banjir juga merusak akses utama lintas Medan–Banda Aceh. “Akses penyelamatan terbatas, ” tuturnya. 

Wanita ini memaparkan bahwa pusat kota bahkan terendam setinggi pinggang. “bahkan warga menurunkan boat nelayan ke jalan untuk mengevakuasi korban,” ungkapnya.

Ririn menambahkan bahwa wilayah lain seperti Lhokseukon, Tumpok Teungoh, Matang, Langsa, Aceh Tengah, hingga Bener Meriah turut terdampak. “Banyak pohon tumbang dan di Kutablang Bireuen jembatan sampai putus,” tambahnya. 

Di tengah kondisi tersebut, gempa bermagnitudo 6,3 juga mengguncang wilayah Lhokseumawe pada Rabu siang. “ Semoga pemerintah lebih sigap menangani bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Mahasiswa Universitas Andalas (UNAND), Alifa mengungkapkan bahwa Lambung Bukit merupakan kawasan terdampak paling parah. “Irigasi sempat jebol sehingga air deras turun hingga Pasar Ambacang,” ujarnya. 

Menurut Alifa, akses evakuasi kerap terkendala karena jalur terputus. “Petugas menggunakan perahu karet, dan pemerintah menyediakan kontak darurat untuk evakuasi ke area kampus,” jelasnya. 

 Meski demikian, logistik masih aman karena toko di wilayah tidak terdampak tetap beroperasi. “Banjir sudah surut di jalan utama, tetapi debit air sungai masih tinggi,” tutupnya.

Narasumber lain, Hadis warga Sumatera Utara menyebutkan bahwa banjir sebabkan kerusakan besar pada rumah warga, toko, kendaraan, dan fasilitas umum. “Sejumlah rumah, kendaraan dan pertokoan tidak bisa menyelamatkan barang dagangannya,” jelasnya.

Hadis menyebut hampir seluruh Kota Medan terdampak banjir, terutama kawasan Kampung Lalang, Gaperta Ujung, dan Kelambir V. “Daerah Binjai dan sebagian Langkat juga terkena banjir,” tambahnya. 

Warga ini menambahkan bahwa kerusakan lain juga terdapat pada rusaknya peralatan rumah tangga dan elektronik. Tidak bisa dipakai lagi,” ucapnya.

Ia mengeluhkan lambatnya penanganan. Banyak masyarakat terjebak di dalam rumah, “tapi sulit diselamatkan karena kurangnya pihak terkait,” sebutnya. 

Ia menyebut bahwa bantuan dari Gubernur Sumatera Utara sudah mulai datang, meski belum merata. “Semoga kesadaran menjaga lingkungan tumbuh dalam masyarakat kolektif,” pungkasnya. (asr)

Wartawan: Zahra Mustika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Hujan Deras, Sejumlah Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Terdampak Banjir

Next Post

UMKM Pantai Gajah Terpuruk Pasca Banjir, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Related Posts