Larangan Transportasi Online di Kampus III UIN IB Berujung Pertikaian

Potret Spanduk Larangan Ojek Online Di Sekitaran Kampus III UIN IB (Sumber: Ummi/suarakampus.com)

Suarakampus.comLarangan transportasi online di sekitar kampus III UIN Imam Bonjol Padang berujung pada pertikaian. Pasalnya, driver ojek di Sungai Bangek (Seiba) menghentikan secara paksa salah satu mobil transportasi online.

Berdasarkan informasi yang diperoleh suarakampus.com, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (28/03) lalu. Peristiwa tersebut menimpa beberapa mahasiswa UIN IB Padang yang hendak pulang menggunakan transportasi online, lalu dicegat oleh beberapa oknum ojek pangkalan hingga terjadi keributan.

Selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Zakia Zahra Shafana mengaku memesan transportasi online lantaran dirinya sedang tidak sehat sehingga tidak memungkinkan naik ojek. “Biasanya saya juga naik ojek tetapi karena lagi sakit dan panas terik jadi pesan Maxim,” ungkapnya.

Lanjutnya, kegaduhan terjadi ketika mobil yang ia tumpangi dihadang oleh beberapa tukang ojek di dekat gerbang kampus III UIN IB. “Ketika lewat kaca mobilnya dipukul,” jelasnya.

Ia mengungkap karena kejadian tersebut membuat penyakit asmanya kambuh dan salah satu temannya mengalami kejang-kejang. “Dua orang teman saya syok hingga trauma,” pungkasnya.

“Di posisi seperti itu kami masih disuruh turun oleh tukang ojek di sana,” tambah Zakia.

Katanya, kebijakan tukang ojek Seiba sudah melewati batas karena itu merupakan hak mahasiswa untuk menggunakan transportasi online. “Kami butuh tindakan tegas dari pihak kampus terkait hal ini,” keluhnya.

Sementara itu, selaku mahasiswa Prodi IAT, Rifki Amanda Putra menuturkan kecewa lantaran sikap tukang ojek Seiba yang tidak kooperatif dengan membuat larangan seperti itu. “Saya lihat teman saya sudah sesak nafas tetapi tetap disuruh turun,” bebernya.

Ia berharap pihak kampus dapat menyelesaikan permasalahan ini agar tidak merugikan mahasiswa. “Saya berharap pihak kampus dapat memberikan bantuan demi kesejahteraan mahasiswa,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang tukang ojek di Seiba yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, larangan tersebut dibuat lantaran banyak driver online yang mengambil penumpang tanpa menggunakan aplikasi. “Hal seperti itu yang membuat kami tidak suka,” tuturnya saat diwawancarai pihak suarakampus.com.

Kemudian, kata dia, mahasiswa yang dicegat ditawarkan tumpangan sampai tujuan secara gratis sebagai bentuk pertanggungjawaban. “Sudah kami tawarkan tetapi mereka menolak mungkin karena salah paham,” ujarnya.

“Kami juga menelfon pemilik indekos mahasiswa tersebut karena salah satunya sakit, seperti itu tanggung jawab kami sebagai warga,” tutupnya. (wng)

Wartawan: Ummi Nadia (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Kau

Next Post

Kapolsek Koto Tangah Tindaklanjuti Larangan Transportasi Online di Sungai Bangek

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty