Luka yang Tak Bersuara

(Sumber: Pixabay.com)

Oleh: Nanang Sanjaya

(Mahasiswa UIN IB Padang)

Aku membiarkan setiap rindu mencaci diriku
Setiap kenangan yang mencela pikiranku
Di setiap waktu terlintasi oleh bayanganmu

Lukaku yang tak pernah bersuara
Akhirnya menjatuhkan air mata tanpa bicara
Sebuah untaian kata yang sangat sulit untuk dituliskan
Di balik senja yang kian menghilang

Rasa yang telah lama aku rakit
Ternyata berakhir tidak bersamamu
Tertahan oleh apa yang aku mau
Yang engkau balas dengan sebuah luka

Aku hanya sebatas bisu, yang menatapmu
Entah tempat mana yang akan engkau tuju
Berharap engkau kembali
Melanjutkan perjalanan yang sempat terhenti

Hari ini, mungkin akan digantikan oleh esok
Entah warna apa yang akan menggantikanmu
Selepas kepergianmu itu, aku harap itu adalah warna
yang indah, akan kehadiranmu
Kembali untuk melanjutkan cerita yang sempat terhenti.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Turnamen IAT CUP Se-Sumbar, Tim Futsal UIN IB Raih Medali Emas

Next Post

Terasing

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty