Mahasiswa BKI Turun ke Nanggalo Bantu Warga Pasca Banjir Bandang

Relawan mahasiswa BKI berpose di lokasi banjir bandang Gurun Laweh, Nanggalo, setelah melakukan aksi kemanusiaan membantu warga membersihkan lumpur, Minggu (1/12/2025). Foto: Dok. Anggel Lia.

Suarakampus.com– Puluhan mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) membantu warga terdampak banjir bandang di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo. Mereka mulai turun sejak 30 November 2025 di bawah koordinator Anggel Lia.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan 40 mahasiswa pada 30 November dan 30 mahasiswa pada 1 Desember 2025. Kegiatan direncanakan berlanjut hingga 2 Desember 2025 sebagai bentuk dukungan berkelanjutan.

Anggel Lia menyebut, timnya sudah beberapa kali turun ke lokasi pascabencana. Wilayah fokus bantuan berada di zona yang paling parah terdampak.

“Kami sudah dua kali turun dan besok insyaallah lanjut lagi. Di Nanggalo, tepatnya Gurun Laweh,” ujarnya pada Senin, (1/12).

Mahasiswa memberikan bantuan berupa kerja fisik membersihkan rumah warga. Mereka juga membantu kebutuhan operasional di posko pengungsian.

“Kami mengeluarkan lumpur dan memindahkan barang berharga ke tempat aman. Kami ikut memasak di posko,” tuturnya.

Keterbatasan alat menjadi tantangan di lapangan. Banyak relawan yang tidak memiliki perlengkapan memadai untuk bekerja di tengah lumpur.

“Banyak yang tidak punya sepatu boot dan hanya pakai sandal. Alatnya juga terbatas untuk mengeluarkan lumpur,” jelasnya.

Hambatan lain adalah kondisi lumpur tebal yang memenuhi rumah warga. Meski begitu, warga menyambut baik kehadiran relawan dan merasa terbantu dengan aksi kemanusiaan ini.

“Alhamdulillah masyarakat sangat senang dan merasa terbantu,” ungkapnya.

Keterlibatan mahasiswa berawal dari penugasan dosen dan berlanjut menjadi kerja sama dengan PMI. Koordinasi ini memastikan bantuan tersalurkan dengan baik ke lokasi terdampak.

“Awalnya tugas dari Bu Wanda, lalu kami berkoordinasi dengan PMI,” jelas Anggel.

Ia berharap lebih banyak relawan ikut turun membantu. Kondisi di lapangan membutuhkan tenaga lebih banyak mengingat banyak korban adalah lansia dan ketebalan lumpur yang signifikan.

“Di sana banyak lansia dan lumpurnya hampir sebetis,” tutupnya. (ver)

Wartawan: Irfan Abib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Ancaman HAM di Balik RKUHAP: Waspada Kekuatan Aparat Tanpa Batas

Next Post

IMR UIN IB Salurkan Bantuan Korban Banjir Padang

Related Posts