Suarakampus.com– Mahasiswa keluhkan peralihan jalur menuju kampus akibat perbaikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Rabu (22/04). Kondisi ini dinilai memperlambat perjalanan dan menambah pengeluaran harian.
Mahasiswa Hukum Keluarga, Faraisa Amor mengatakan, sebab peralihan jalur, tarif ojek menjadi meningkat. “Ini tentunya membebankan mahasiswa,” katanya.
Menurutnya, peralihan jalur membuat waktu tempuh semakin lama. “Padahal kos saya dekat, namun waktu tempuh lebih lama,” tuturnya.
Faraisa mengungkap, kondisi ini menyulitkannya dalam mengatur keuangan. “Saya harus mengubah cara mengkalkulasi keuangan,” ungkapnya.
Selain itu, Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Nadia Mawarni menilai, jalur baru kurang efektif. “Biasanya jalan ke kampus lurus saja, sekarang lebih banyak tikungan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi ini menyebakan tarif ojek meningkat dan keuangan yang terbatas membuatnya beralih ke angkutan kota (Angkot). “Tarif angkot lebih murah,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, pengemudi ojek, Ujang menjelaskan, kenaikan tarif ojek terjadi karena keterpaksaan. “Jarak tempuh bertambah dan konsumsi bahan bakar meningkat,” jelasnya.
Ia menegaskan, kenaikan tarif merupakan hasil kesepakatan bersama pengemudi ojek setempat. “Karena pengeluaran juga meningkat” tegasnya.
Ujang juga mengakui adanya penurunan jumlah penumpang akibat kondisi tersebut. “Sekarang ada penurunan karena beberapa mahasiswa memilih naik angkutan lain,” ungkapnya.
Ujang berharap, perbaikan segera diselesaikan. “Semoga jalanan utama bisa segera digunakan agar jarak tempuh tidak lagi jauh,” harapnya. (Fau)
Wartawan : Ergina Kholifah Aljanah (Mg), Haida Putri Lubis (Mg)
Mahasiswa Keluhkan Kenaikan Tarif Ojek ke Kampus