Mahasiswa UIN IB Jadi Juara III Lomba Psy-Proposal

Revizra (kanan) dan Farah (kiri) juara III Lomba Psy-Proposal (sumber: ist)

Suarakampus.com- Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Reviza Mayhart dan Farah Fadhilah Zetra mendapati juara III lomba Psy- Proposal pada Kompetisi Ilmiah Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Kedua (KIMPSI-II) Tahun 2021 se-Indonesia. Perlombaan ini digelar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada 01 September sampai 06 Oktober 2021.

Reviza dan Farah, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) menjadi juara III pada kategori metode terbaik, dengan mengangkat judul proposal Schadenfreude dalam Pandangan Psikologi Islam. Sementara itu, pemenang berasal dari UII Yogyakarta dan diikuti UNISSULA Semarang.

Adapun perlombaan ini diikuti 17 perguruan tinggi dengan 11 macam perlombaan, serta 21 kategori lomba. Dengan juara umum diraih UNISSULA Semarang, sementara posisi kedua diamankan UII Yogyakarta dan diikuti UIN Sunan Gunung Djati.

Reviza mengatakan banyak hal yang dilakukan dalam mempersiapkan lomba, terutama membagi waktu dengan kegiatan Praktik Lapangan (PL), memutuskan topik dan mencari berbagai referensi penelitian. “Saya sangat hati-hati dalam membagi waktu dikarenakan ketika itu kami juga sedang dalam masa PL,” terangnya saat diwawancarai suarakampus.com, Minggu (31/10).

Ia mengaku mengikuti perlombaan tersebut hanya untuk mendapatkan pengalaman, dan belajar bagaimana membuat proposal yang baik. “Alhamdulillah berkat usaha, bimbingan dosen dan ridho Allah, kami diberi kesempatan memenangkan lomba ini,” ungkap Mahasiswa Prodi Psikologi Islam itu.

Sama halnya dengan Reviza, Farah mengungkapkan rasa senangnya sebab perdana dirinya mengikuti perlombaan terkait proposal, meski ia bersama rekannya saat itu sama-sama PL. “Lomba bertepatan waktu PL, jadi mempersiapkan lomba hanya waktu sore dan malam saja,” terangnya.

Farah berharap akan banyak mahasiswa UIN IB lainnya yang tertarik dengan perlombaan karya tulis ilmiah, terutama Mahasiswa Baru (Maba), karena bisa menambah wawasan dan pengalaman baru untuk berani keluar dari zona nyaman. “Maba tetap bersemangat mengikuti berbagai perlombaan terutama karya tulis ilmiah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI), Zahrotur mengapresiasi sekaligus meminta mahasiswa untuk terus berkompetisi, karena menurutnya bisa berkolaborasi antar mahasiswa se-Indonesia sangatlah baik.

“Ini akan memperkaya pemahaman kita dan mendalami terkait ilmu psikologi baik perilaku dan sudut pandang Islam,” katanya saat membuka acara, Sabtu (30/10). (ulf)

Wartawan: Tasya Maharini (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Eksistensi Sejarah Maritim dalam Perkembangan Islam di Nusantara

Next Post

Sendu Tapi Tidak Layu

Related Posts
Total
0
Share