Suarakampus.com– Keberangkatan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang peserta program Sibac SIP ke sejumlah negara hingga kini belum ada kepastian. Pihak kampus menyampaikan bahwa proses administrasi masih dalam tahap pengajuan ulang ke pemerintah pusat pada Selasa (30/9).
Kepala Kantor International Office UIN Imam Bonjol Padang, Renggi Vrika menegaskan, mahasiswa masih menunggu keputusan dari pusat. “Saat ini masih proses pengajuan ulang,” ujarnya.
Renggi menambahkan, pihak kampus belum dapat memberikan keterangan rinci karena dokumen administrasi belum selesai. “Nanti akan diberitahu jika sudah ada hasil,” katanya.
Dari beberapa tim yang dihubungi, hanya ketua tim Australia yang bersedia diwawancarai oleh tim suarakampus.com. Ketua tim negara tujuan lainnya tidak bersedia memberikan keterangan.
Ketua tim tersebut mengatakan, keterlambatan sekaligus memberi ruang persiapan lebih matang sebelum berangkat. “Kami bisa memanfaatkan waktu untuk mengasah kemampuan,” jelasnya.
Mahasiswa itu menuturkan, pihak rektorat sudah berupaya dengan menemui pejabat terkait di Jakarta, namun kepastian keberangkatan belum juga turun. “Jadwal 14–25 Juni 2025 tidak terealisasi sejak pengumuman kelulusan 6 Mei 2025,” sebutnya.
Ia juga mengungkapkan, perasaan yang bercampur antara senang dan sedih dengan kondisi saat ini. “Kami senang ada waktu persiapan, tapi kecewa belum ada kepastian,” katanya.
Ketua tim Australia berharap, pihak rektorat lebih transparan memberikan perkembangan terbaru agar mahasiswa tidak terus menunggu. “Kami ingin selalu mendapatkan update secara jelas,” tutupnya. (ver)
Wartawan: Mardatillah