Mengenal Gejala Cacar Monyet dan Cara Mengatasi Penyebarannya

Ilustrasi monkeypox by pixabay

Suarakampus.com- Cacar monyet merupakan penyakit yang serupa dengan penyakit cacar pada umumnya. Ciri-ciri yang ditimbulkan penyakit ini adalah munculnya bintik berair yang kemudian bernanah dan bisa menyebabkan adanya benjolan diberbagai bagian tubuh seperti, di leher, ketiak, bahkan di selangkangan.

Penyakit ini sebabkan dengan adanya infeksi dari hewan-hewan pengerat dan primata seperti tikus, monyet atau tupai yang terinfeksi virus yakni virus monkeypox, yang termasuk dalam kelompok Orthopoxvirus. Virus ini dapat menular melalui cakaran ataupun gigitan langsung dari binatang tersebut. Bahkan, virus ini juga bisa menular melalui kontak langsung antara manusia dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Dikutip dari alodokter.com, apabila seseorang terinfeksi penyakit cacar monyet, biasanya efek yang timbul akan dirasakan setelah 5-12 hari. Ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Demam
  2. Letih dan lemas
  3. Sakit kepala
  4. Menggigil
  5. Nyeri otot
  6. Muncul pembekakan kelenjer getah bening pada bagian leher, ketiak, dan selangkangan. Kemudian, pembekakan itu akan berisi cairan seperti nanah, lalu pecah dan berkerak serta menyebabkan borok di permukaan kulit.

Dilansir dari hellosehat.com, penyakit cacar monyet belum ditemukan secara pasti cara pengobatannya di Indonesia. Hal ini karena memang di Indonesia sendiri belum ada kasus penyakit seperti ini. Penyakit ini umumnya terjadi di Afrika Barat dan Timur. Akan tetapi, penyakit ini masih bisa dicegah dengan memberikan antivirus yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk mencegah penularan.

Jika penyakit ini telah menginfeksi tubuh, maka disarankan untuk banyak beristirahat, mengonsumsi cairan dan nutrisi yang seimbang sesuai anjuran dokter. Pasien yang terkena penyakit ini juga dianjurkan untuk tidak berkeliaran di luar rumah, demi mencegah penularan virus kepada orang-orang sekitar.

Cara pencegahan penyakit cacar monyet menilik merdeka.com di antaranya, yaitu:

  1. Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan yang berisiko menjadi sarang virus (termasuk hewan yang sakit atau sudah mati di sekitar kawasan yang terjadi penyakit cacar monyet). Hewan ini meliputi, monyet, tupai, tikus dan spesies lainnya.
  2. Hindari penggunaan barang yang sudah terkena oleh hewan yang sakit dan berpotensi menularkan penyakit cacar monyet.
  3. Cuci tangan dengan sabun dan air setiap keluar rumah dan selepas beraktivitas di luar, serta menjaga kebersihan rumah.
  4. Pisahkan pasien yang mengalami penyakit dengan orang-orang sekitar dan lakukan perawatan serta gunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat merawat pasien.

Penulis: Muhammad Hafis (Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Post

Kurang Terjamah Wisatawan, Situjuah Menyimpan Destinasi Menarik

Next Post

Mengurai Benang Merah Produk Lembaga Keuangan Syariah

Related Posts
Total
0
Share