Pandemi Tak Halangi Jurnalis dalam Berkarya

Para wartawan berburu data dari narasumber walaupun saat pandemi (Sumber: REUTERS)

Suarakampus.com- Pandemi membuat jurnalis harus bisa berkarya serta beradaptasi dengan keadaan yang baru karena lebih terfokus pada pemberitaan tentang Covid-19. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Berita Turki Anadolu di Indonesia, Dandy Koswara dan Direktur Nuusdo Media Lab, Renjani.

Dandy mengatakan pada saat pandemi liputan yang dilakukan media nasional dan internasional memiliki kepentingan serta keprihatinan yang sama. Pasalnya media begitu gencarnya mulai memberitakan penyebaran dan dampak Covid-19 seperti ekonomi dan sosial.

“Baru kali ini newsroom seluruh dunia miliki news judgment yang sama di mana menempatkan pandemi sebagai fokus utama pemberitaan,” katanya dalam acara bertajuk Jurnalis Indonesia, Media Internasional dan Digitalisasi Global bersama AJI Padang, Jumat (07/05) Via Zoom Meeting.

Sambungnya, adanya pandemi berdampak pada pekerjaan jurnalis karena pemberitaan seluruh dunia terfokus dengan hal yang sama. “Di balik pandemi ada hikmah apapun keadaannya,” lugas Anggota AJI itu.

Ia bercerita sebagai seseorang yang berprofesi pada media internasional berita Covid-19 selalu menjadi liputan utama. Sehingga mengubah pola liputan jurnalis menjadi lebih efisien, serta jumlah produksi meningkat tanpa mengurangi kualitas kontennya.

“Jumlah pembaca berita saat pandemi alami peningkatan sebanyak dua kali lipat, sebanding dengan meningkatnya iklan media,” ucapnya.

Dandy berpesan kepada wartawan apapun musibah yang tengah terjadi akan selalu ada hikmah di baliknya. “Manfaatkanlah teknologi yang ada tanpa stagnan pada masalah yang sama,” pesannya.

Kemudian, Renjani menilai salah satu cara mengantisipasi dampak pandemi bagi jurnalis ialah dengan membiasakan diri. Ia memandang seorang jurnalis harus beradaptasi dengan gaya liputan non lapangan.

“Lakukan pemanfaatan teknologi bisa dengan rapat redaksi secara virtual dan mengasah keterampilan yang ada pada diri masing-masing,” pandang Ketua Bidang Hubungan Internasional AJI itu.

Sambungnya, fokus media selama berbulan-bulan hanya terfokus pada isu Covid-19 dan terus mendefinisikan ulang nilai berita sehingga mempengaruhi cara peliputan media tersebut.

“Sebelumnya isu liputan bersifat acak, maka saat ini berita soal vaksin dan wajah dunia setelah pandemi akan tetap menjadi sorotan utama. Untuk itu media harus pandai mengolahnya,” ungkapnya. (ulf)

Wartawan: Salsabila Aulia Putri (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

UIN IB Akan Terapkan KKN Secara Domisili dan Terpadu

Next Post

30 Pengurus KSR-PMI UIN IB Resmi Dilantik

Related Posts
Total
0
Share