Suarakampus.com- Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menyoroti rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan mahasiswa berdasarkan hasil survei yang telah disampaikan ke Kementerian Agama. Temuan tersebut menjadi perhatian serius pimpinan kampus dalam pembinaan karakter keagamaan mahasiswa. Rabu (11/02)
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menyebut kondisi itu sebagai situasi yang memprihatinkan dan perlu ditangani secara terstruktur. “Yang sangat memprihatinkan, masih ada mahasiswa yang betul-betul belum mengetahui bacaan Al-Qur’an sama sekali,” ujarnya.
Rendahnya literasi Al-Qur’an ini dinilai tidak hanya menyangkut kemampuan teknis membaca, tetapi juga menyentuh identitas institusi sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam. Dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah setiap tahun, capaian 13 persen tersebut menimbulkan tantangan dalam menjaga kualitas pembinaan karakter religius di lingkungan kampus.
Martin menegaskan pembinaan tidak bisa berhenti pada seruan moral semata, tetapi perlu dibiasakan dalam aktivitas organisasi mahasiswa. “Mari kita sama-sama menghidupkan lembaga kemahasiswaan dengan pembiasaan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an,” katanya.
Ia mendorong agar kegiatan keagamaan menjadi bagian rutin sebelum aktivitas Ormawa, UKK, maupun UKM dimulai. “Walaupun tidak dibaca satu per satu, paling tidak dibaca bersama-sama sebagai pengingat jati diri kita,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyinggung aspek keteladanan mahasiswa di ruang publik kampus, termasuk dalam menjaga waktu ibadah. “Jika azan sudah berkumandang, hentikan dulu kegiatan karena itu adalah cerminan kita di mata masyarakat,” ujarnya.
Sebagai kampus keagamaan, UIN Imam Bonjol Padang dinilai perlu memastikan literasi Al-Qur’an tidak sekadar menjadi simbol, tetapi terukur dalam pembinaan akademik dan kemahasiswaan.
Martin berharap pengurus organisasi mahasiswa dapat menjadi motor penguatan nilai religius di tengah tantangan budaya akademik modern. “Ini amanah besar agar kampus tetap sejuk, religius, dan berkarakter,” katanya. (Nda)
Wartawan: Putri Wahyuni (Mg), Muhammad Rezki (Mg)
.