Pesan Penipuan Catut Dosen UIN Imam Bonjol Meresahkan Mahasiswa

Ilustrasi mahasiswa yang memegang handphone dengan khawatir. (Ilustrator: Olin/suarakampus.com).

Suarakampus.com– Maraknya pesan fiktif yang mengatasnamakan dosen dan pimpinan kampus menjadi sorotan mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang karena dinilai mencederai nama baik akademisi dan kepercayaan publik. Modus tersebut menjadikan mahasiswa sebagai sasaran utama melalui pesan pribadi maupun grup percakapan, Kamis (22/01).

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah, Ghozi Alghifar, menilai pencatutan identitas dosen dalam penipuan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara etika. “Tindakan itu merusak nama baik dosen,” ujarnya.

Mahasiswa Akuntansi Syariah tersebut menjelaskan, pelaku memanfaatkan relasi akademik dalam melancarkan aksinya. “Mahasiswa cenderung segan kepada dosen,” katanya saat diwawancarai.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tersebut menambahkan, kelompok paling rentan menjadi korban adalah mahasiswa baru karena minim pengalaman dan pengetahuan. “Mahasiswa baru sering menjadi sasaran,” tuturnya tegas.

Mahasiswa FEBI itu melanjutkan, pesan fiktif semacam ini sering terjadi. “Sebelumnya mengatasnamakan rektor dan kini mantan dekan FEBI,” ucapnya kepada wartawan Suarakampus.com.

Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, Fauzi Aulia Akbar menyampaikan, pesan fiktif tersebut tersebar luas melalui berbagai saluran komunikasi mahasiswa. “Pesan beredar di grup dan pesan pribadi,” ujarnya.

Fauzi menambahkan, pesan fiktif yang dikirim kedalam grup maupun pesan pribadi cenderung berbeda dalam setiap kasus. “Dalam kasus ini pelaku meminta bantuan pengisian pulsa,” tambahnya saat memberi informasi.

Mahasiswa Ekonomi Syariah tersebut berharap, pihak kampus segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik penipuan tersebut. “Agar tidak terus berulang,” katanya.

Tim Suarakampus.com langsung mengonfirmasi kasus tersebut kepada dosen yang identitasnya dicatut, Ahmad Wira, dan memperoleh klarifikasi resmi. “Pesan itu bukan dari saya,” ujar dosen bersangkutan. (ver)

Wartawan : Zahra Mustika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Perangkat Wali Nagari Koto Rajo Resmi Dilantik

Next Post
Ilustrasi menggambarkan koneksi internet yang tidak bisa terhubung dengan baik ke perangkat digital dan aktivitas pendataan terpaksa ditunda. Sumber : Verlandi Putra/ Suarakampus.com

Gangguan Internet di Kota Sungai Penuh Lumpuhkan Aktivitas Warga

Related Posts