Peserta Sibac Sip Siap Emban Misi Akademik Global

Ilustrasi mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang yang bersiap diberangkatkan mengikuti program Sibac Sip ke tiga negara, yakni Australia, Uzbekistan, dan Turki, Senin (26/05/2025). Program akademik internasional selama sepuluh hari ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa terpilih dari berbagai program studi dengan misi akademik dan intelektual di kancah global. (Ilustrator: Isyana/Suarakampus.com)

Suarakampus.com– Mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang yang lolos program Sibac Sip tengah melakukan berbagai persiapan akademik dan bahasa sebelum diberangkatkan ke tiga negara tujuan. Program ini akan berlangsung selama 10 hari di Australia, Turki, dan Uzbekistan, Senin (26/05).

Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Yuwanda Efrianti menyebut, persiapan meliputi aspek administratif, mental, dan akademik. “Ini bukan sekadar perpindahan tempat, tapi membawa tanggung jawab intelektual di kancah global,” katanya.

Yuwanda menambahkan, keberangkatan direncanakan pada 14 Juni mendatang dengan negara tujuan Australia. “Lama kegiatan di luar negeri ditentukan selama 10 hari,” jelasnya.

Peserta tersebut juga menginformasikan, seluruh biaya program ditanggung penuh oleh pihak kampus. “Alhamdulillah, masih sama seperti tahun lalu,” ucapnya.

Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Haikal Pernandes menyampaikan, selain dokumen, materi pembelajaran juga harus dipersiapkan. “Di sana kami akan belajar ISRA, academic writing, dan kegiatan lainnya,” tuturnya.

Haikal melanjutkan, keberangkatan peserta dilakukan serentak menuju tiga negara. “Untuk Australia dijadwalkan pada 14 Juni,” katanya.

Peserta lain, Muhamad Hafidz Ar Rizki, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab mengatakan, ia juga tengah mempersiapkan materi. “Kami belajar keterampilan bahasa dan pengetahuan dasar tentang Uzbekistan,” ujarnya.

Hafidz menyampaikan, izin dari orang tua telah diperoleh sejak awal seleksi program. “Orang tua sangat mendukung saya,” katanya.

Ketiga peserta berharap program Sibac Sip dapat membawa dampak luas bagi individu, prodi, fakultas, dan bangsa. “Ini bukan soal perjalanan fisik, tapi cara pandang baru,” tutup Hafidz. (ver)

Wartawan: Chantika Aulia Riandri (Mg), Najwalin Syofura, Habila (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Rasa Yang Sendiri

Next Post

Sengketa Mudema 2025 Masuki Tahap Arbitrase Final

Related Posts