Pola Menghindari Hidup Hedonisme

Sumber: Pixabay.com

Oleh: Febrian Hidayat
(Mahasiswa Hukum Keluarga UIN Imam Bonjol Padang)

Di kehidupan saat ini, semua orang memiliki kebutuhan yang meningkat setiap harinya. Kebutuhan manusia semakin meninggi dengan berbeda-bedanya ekonomi seseorang. Dari mulai kebutuhan hidup, hingga gaya hidup yang menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat. Dengan maraknya barang-barang yang canggih dan permintaan yang serba tinggi, membuat kehidupan berubah drastis menjadi serba mahal.

Berbagai kebutuhan, permintaan dan persoalan hidup yang ada saat ini membuat hidup seseorang berlebih-lebihan. Hidup yang berlebihan membuat seseorang menjadi cenderung pada kebiasaan buruk. Pemakaian yang berlebih-lebihan, menghambur-hamburkan uang dan membuang waktu yang ada itulah kehidupan yang menjadi kebiasaan saat ini.

Hedonisme istilah yang tepat untuk nama permasalahan yang terjadi pada hari ini. Hedonisme adalah sebuah sifat buruk dan tidak baik digunakan dalam sehari-hari. Berfoya-foya, menghabiskan waktu dengan yang tidak bermanfaat, membeli sesuatu yang tidak sesuai dengan kebutuhan, dan pemborosan yang berlebih-lebihan.

Dalam dunia hari ini sikap kita sudah membiasakan tanpa sadarnya menanamkan sikap hedonisme pada kehidupan. Faktornya bisa dari perkembangan digitalisasi dan budaya asing yang tidak sesuai lagi dengan landasan dasar-dasar negara. Berikut dibawah ini sikap yang harus ditanamkan dalam menghindari hedonisme:

  1. Mengubah Gaya Hidup, konsep gaya hidup yang harus kita tanamkan harusnya gaya hidup bersih dan sehat yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Sejak dahulunya, nabi Muhammad Saw telah mengajarkan kepada kita gaya hidup yang tidak berat sebelah atau harus bersikap adil.
  2. Pakai Mindset produktif, sikap produktif yang harus ditanamkan dalam setiap saat. Selagi ada waktu kosong, maka manfaatkan waktu itu. Produktif kan segala peluang, dimana ada kesempatan disitu ada rezeki.
  3. Berpikir Positif Thinking, segala sesuatu yang diusahakan berusahalah untuk berpikir positif. Selama pikiran kita baik, maka selama itu pula kehidupan kita akan sehat.
  4. Hemat, seberapa banyak penghasilan yang diberikan saat ini, jangan lupa untuk disimpan dari sebagian penghasilan. Miskin atau kayanya hidup hari ini belum tentu itu selamanya. Jadi, berusahalah untuk menyimpan keuangan dengan baik guna kehidupan di masa depan.
  5. Cerdas dalam Pengelolaan kehidupan, sejatinya semua ini ada baik dan buruknya. Sikap kita harus adil dalam melakukan dan mengambil suatu keputusan. Apa yang dipakai maka jagalah sebaik mungkin barangnya. Di dalam lingkungan ada berbagai persoalan yang harus bersikap bijak dalam mengelolanya.
  6. Target, dimulai dari hari ini buatlah target pencapaian dari hal-hal yang terkecil hingga lompatan besar. Bisa memakai jangka waktu pendek dan panjang. Pasang visi misi dengan target waktu, agar hidup kedepannya lebih terarah dan tersusun secara sistematis.
  7. Introspeksi diri, hal yang terpenting dalam hidup ini adalah memeriksa kembali kepada ke diri sendiri. Selama ini, apa yang telah dibuat, bagaimana saja perlakuan dalam kehidupan apakah sudah sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini bisa menjadi patokan hidup dalam kacamata kehidupan. Melihat, memeriksa, dan memperbaiki sikap menjadi pribadi yang hebat dalam kehidupan.

Pada intinya, hedonisme suatu sikap liberalisme bahwa mereka hidup ini hanya memandang sebatas kesenangan. Perlu kita perhatikan dalam diri ini terhadap sikap hedonisme ini. Dalam Islam telah melarang bahwa sikap ini tidak sesuai dengan konsep Islam. Semoga dengan adanya larangan dari agama Islam, tidak akan banyak yang terjerumus dalam kesesalan hidup.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

UIN IB Laksanakan TKD Angkatan 2022, Hal Tersebut Tuai Berbagai Tanggapan

Next Post

Sebanyak 41 Mahasiswa UIN IB Ikuti Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dan Populer

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty