Prodi Psikologi Islam Usulkan Peninjauan UKT

Reza Fahmi duduk di ruang kerjanya di Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, Selasa (28/5/2025). Ia mengusulkan peninjauan ulang skema UKT untuk meringankan beban mahasiswa. (Sumber: Dokumentasi Narasumber)

Suarakampus.com– Program Studi Psikologi Islam UIN Imam Bonjol Padang menanggapi tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan mengusulkan peninjauan skema biaya dan menawarkan berbagai solusi pendukung pembiayaan. Upaya tersebut dilakukan untuk meringankan beban mahasiswa sejak awal tahun ajaran hingga hari Senin (02/06).

Ketua Program Studi Psikologi Islam, Reza Fahmi, menyebut pihaknya telah mengajukan usulan evaluasi terhadap struktur biaya UKT. “Saya sudah pernah mengusulkan peninjauan ulang skema bantuan,” ujarnya.

Akademisi tersebut menjelaskan bahwa UKT program studi Psikologi Islam tahun lalu berkisar di atas Rp4 juta. “Kebijakan UKT bukan hanya ditentukan kampus, tapi melalui rapat pimpinan yang diusulkan ke pemerintah,” katanya.

Menurut Reza, fasilitas yang tersedia belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan akademik. “Kalau dilihat, memang banyak fasilitas yang perlu ditambah,” tuturnya.

Ketua program studi itu menambahkan, sistem UKT diklasifikasikan berdasarkan kondisi sosial mahasiswa dari level dua hingga delapan. “Biasanya UKT ditentukan berdasarkan kategori kemasukan,” jelasnya.

Reza menyebut tingginya UKT juga dipengaruhi banyaknya mahasiswa jalur mandiri yang masuk ke program studi. “Itu menjadi salah satu faktor tingginya pembiayaan,” ucapnya.

Ia mengaku hingga kini belum ada protes serius dari mahasiswa terkait mahalnya biaya kuliah. “Sebagian besar mahasiswa cukup memahami kondisi ini,” ungkapnya.

Selama memimpin, Reza mengatakan telah membantu mahasiswa dalam mencarikan solusi alternatif pembiayaan. “Biasanya saya mencarikan lembaga pendukung UKT,” tambahnya.

Ketua prodi berharap biaya UKT tidak menjadi penghambat utama bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh studi di Psikologi Islam. “Harapannya biaya tidak terlalu memengaruhi minat masuk ke prodi ini,” pungkasnya. (ver)

Wartawan: Mardatillah (Mg, Siti Ulami (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

UKT Tinggi Psikologi Islam Picu Mahasiswa Undur Diri

Next Post

Mahasiswa UIN IB Juara Debat Se-Sumatra HK-CUP

Related Posts