Suarakampus.com – Mahasiswa dari berbagai BEM di Kota Padang menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Seruan Aksi! #Reformasi Polri”, di depan Polda Sumatera Barat. Aksi ini juga diikuti pelajar, mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol), dan masyarakat umum. Jum’at (29/08).
Unjuk rasa ini, merupakan bagian dari gerakan nasional yang digalang oleh BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Aksi serentak di berbagai daerah digelar pada 25 sampai 27 Agustus 2025, sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah atas kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. “Diam bukan pilihan,” ujar akun Instagram resmi BEM SI.
Massa mulai berkumpul pukul 15.00 WIB di Masjid Jihad Kampus I UIN Imam Bonjol Padang dan PKM FEB Universitas Andalas. “Kami berkumpul untuk menyuarakan suara rakyat dan menuntut keadilan,” kata salah satu orator.
Mahasiswa, dan massa lainya mulai bergerak menuju Polda Sumbar dan tiba pukul 16.00 WIB dengan mengenakan almamater, serta jaket berwarna kuning dan hijau persatuan Ojol tersebut. Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan “Polisi Musuh Masyarakat”, “Polisi Pembunuh”, dan “Kami Bersama Korban”.
Salah seorang orator BEM SI, membacakan tujuh tuntutan mahasiswa.
- Mengecam tindakan brutal aparat yang bertentangan dengan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
- Mengecam upaya aparat yang menghalangi kebebasan berpendapat dan hak akses informasi.
- Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional, agar aparat tidak menjadi ancaman bagi rakyat.
- Mendesak aparat menyampaikan permintaan maaf terbuka atas tindakan tidak profesional dalam penegakan hukum.
- Menuntut kepolisian bersama Komnas HAM mengusut tuntas kasus HK
- Menuntut pertanggungjawaban dan pemberhentian tidak hormat terhadap pelaku.
- Polisi harus menjadi pengaman masyarakat, bukan penindas atau pembunuh rakyat kecil.
Mahasiswa juga menyoroti insiden dilindasnya pengemudi ojol Almarhum Affan Kurniawan (21) oleh kendaraan taktis Barracuda. “Kendaraan yang dibeli dengan uang rakyat justru dipakai untuk membunuh rakyat. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas orator tersebut.
Setelah kurang lebih empat jam melaksanakan demontrasi, akhirnya Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, hadir menemui massa untuk berdialog pada pukul 20. 39 WIB. “Kapolda akhirnya menanggapi tuntutan massa,” ujarnya.
Dalam orasinya, ia memulai dengan takbir dan menyatakan permintaan maaf atas kejadian yang menyebabkan korban jiwa, akibat kesalahan anggota Polri. “Kami turut berduka cita dan mendoakan semoga arwah beliau diterima di sisi Allah.” ucapnya.
Ia juga mengundang, agar mahasiswa dan masyarakat melaksanakan salat gaib dan doa bersama pada Minggu pagi di Masjid Minangkabawi. “Ini juga bentuk solidaritas, ” tuturnya.
Ia melanjutkan, anggota yang bersalah akan diberi sanksi setegas-tegasnya. Saat ini, pelaku saat ini sedang diproses oleh Mabes Polri secara nasional, transparan, dan akuntabel. “Kami mengajak semua untuk mengawal proses hukum hingga tuntas.”tambahnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat oleh aparat keamanan. Lalu, massa membubarkan diri dengan tertib. (asr)
Wartawan : Zahra Mustika