Suarakampus.com– Arus lalu lintas di sekitar Gedung Gubernur Sumatera Barat diberlakukan satu arah (one way) akibat aksi demonstrasi mahasiswa di Sumatera Barat. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai kemacetan karena membludaknya massa yang berkumpul di lokasi aksi, Senin (04/05).
Aksi ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang datang dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Mereka menyuarakan isu kesejahteraan buruh serta peningkatan perhatian terhadap tenaga pendidik.
Demonstrasi tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati oleh mahasiswa sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi sosial.
Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kepolisian memberlakukan sistem satu arah (one way) di sekitar lokasi aksi. Pengendara diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Di tengah berlangsungnya aksi, terlihat sejumlah pedagang kaki lima yang berjualan makanan dan minuman. Mereka memanfaatkan keramaian massa untuk menambah penghasilan.
Memasuki waktu Sholat Ashar, aksi sempat dihentikan sementara. Para mahasiswa melaksanakan ibadah sebelum kembali melanjutkan demonstrasi dengan tertib.
Sempat ada perwakilan dari kantor gubernur yang datang untuk berdialog dengan massa. Namun, kehadiran tersebut ditolak oleh para demonstran yang tetap meminta gubernur turun langsung.
Hingga sore hari, aksi masih berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Situasi di sekitar lokasi tetap kondusif meskipun massa bertahan menyampaikan tuntutannya. (Fau)
Wartawan: Elsya utari (Mg)
Demo Mahasiswa di Sumbar, Lalu Lintas Sekitar Kantor Gubernur Diberlakukan One Way