Ratusan Penembak Berantas Hama Tupai di Kudu Ganting

Sumber: Dokumentasi Panitia Kegiatan Buru Tupai

Suarakampus.com – Sebanyak 110 peserta dari 22 klub penembak, mengikuti kegiatan berburu tupai di Nagari Kudu Ganting V Koto Timur, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Agenda tersebut merupakan salah satu program kerja dari Mahasiswa KKN ke- 51 UIN Imam Bonjol Padang, untuk memberantas hama tupai yang merusak tanaman perkebunan warga. Minggu, (03/08)

Wali Nagari Kudu Gantiang V Koto Timur, Jhoni Bahrul Fuadi menyampaikan, perburuan tupai dilakukan guna menyelamatkan hasil panen masyarakat. “Pemberantasan hama tupai ini kita jadikan agenda rutin karena sangat berdampak pada komoditas kelapa kelapa,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi mahasiswa KKN, pemerintah setempat, warga dan klub penembak dari berbagai daerah di Sumatera Barat. ” Alhamdulillah ini merupakan salah satu program yang luar biasa di nagari kami yang disokong oleh organisasi pemburu tupai”, ujarnya.

Sementara itu, pengurus Klub Teksas yang menjadi tuan rumah sekaligus putra daerah Kudu Ganting, Sudirman, mengungkapkan peserta datang dari enam kabupaten atau kota. “Mereka berasal dari Padang Pariaman, Kota Pariaman, Bukittinggi, Agam,  Batu Sangkar dan Payakumbuh,” katanya.

Sudirman menegaskan, perburuan tidak merusak ekosistem, karena mengikuti arahan dari BKSPA. “Hewan yang dilindungi seperti elang, siamang, dan burung tidak boleh ditembak,” katanya.

Ia menambahkan, hasil buruan dimanfaatkan dengan cara yang bijak. “Tupai akan dikubur, sebagian dijadikan pakan lele dengan proses memasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Ketua KKN, Reza Endri Yanto, menyebutkan, kegiatan ini proker bidang sosial yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga siang hari. “Setelah berburu, peserta makan siang, salat, lalu dilanjutkan dengan pengumuman pemenang,” jelasnya mahasiswa prodi Sistem Informasi itu.

Ia menambahkan, sebanyak 712 tupai berhasil dibasmi dalam kegiatan tersebut. “Jumlah ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan penuh masyarakat dan klub yang hadir,” ucap Reza.

Kompetisi tersebut menghasilkan tiga klub pemenang utama. “Juara satu diraih PSC Pariaman, juara dua Klub Kates, dan juara tiga SPC Patamuan,” ujar Reza.

Kemudian, Reza mengharapkan, perburuan ini membawa dampak positif bagi masyarakat dan membantu pemberantasan hama perkebunan warga. “Semoga produksi perkebunan masyarakat meningkat setelah ini,” tuturnya.

Senada dengan itu, Jasmi, peserta asal Payakumbuh dari Klub Sniper Patamuan, menilai kegiatan ini memberi manfaat sosial. “Kami datang untuk membantu masyarakat mengendalikan hama tupai dan mempererat silaturahmi antar klub,” tuturnya.

Selain itu, Arizona, peserta asal Kecamatan Patamuan, mengungkapkan kegiatan ini membantu masyarakat dalam memberantas hama tupai. “Tupai sangat merugikan hasil kelapa, durian, dan manggis warga” katanya.

Ia menyampaikan, setiap kecamatan memiliki komunitas menembak yang terhubung lewat grup komunikasi. “Kegiatan berpindah-pindah lokasi dan infonya kami sebar melalui grup,” tutupnya. (asr)

Wartawan: Fauziah Maharatih Wahyuni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Resmi Pimpin Dua Periode, Rektor UIN IB Padang Komitmen Lanjutkan Transfromasi Kampus Islam Moderat

Next Post

Kelompok 16 KKN Nusantara Sukses Gelar Proker Unggulan Ekonomi

Related Posts