Sejumlah Mahasiswa FAH Ungkap Mudema Fakultas Minim Sosialisasi

Musema FAH (Sumber: ist)

Suarakampus.com- Pasca mengalami kekosongan satu periode kepemimpinan, Mahasiswa Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Wahyu Annisa Fitri terpilih secara aklamasi pada Minggu (19/12). Meski demikian, pelaksanaan Musyawarah Dewan Mahasiswa (Mudema) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) terkesan minim sosialisasi kepada mahasiswa.

Berdasarkan data yang dihimpun Suara Kampus, sejumlah Mahasiswa FAH saat ditanyai tidak mengetahui telah diadakannya Mudema. Seperti Mahasiswa Prodi SPI, Nabila Oktavia mengatakan tidak mengetahui perihal ini. “Saya dan teman-teman sejurusan tidak tahu menahu soal diadakannya Mudema, tiba-tiba saya hanya mendengar kabar kalau ketua Dema sudah dipilih,” ujarnya, Rabu (22/12).

Menurutnya, seharusnya pelaksanaan rapat dapat diketahui selingkup Mahasiswa FAH agar tidak terjadi informasi simpang siur tentang pelaksanaan Mudema.

Meski demikian, ia turut berharap kepada Ketua Dema FAH terpilih bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, dengan bekerja secara loyalitas dan totalitas. “Semoga dapat menjalankan program kerja dengan sebaik-baiknya, agar tidak mengecewakan mahasiswa,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Panitia Mudema FAH Alfajri Assyodiqi menyatakan, bahwa seluruh anggota Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) dilibatkan. “Seluruh HMP ikut terlibat, baik itu menjadi panitia, peserta ataupun peninjau,” ungkapnya.

Kata dia, pihaknya telah mengirimkan surat kepada masing-masing HMP untuk mengusulkan bakal calon. “Karena tidak ada calon, jadi bakal calon dipilih ketika sidang pleno keempat berlangsung,” jelasnya.

Kemudian, Alfajri Assyodiqi menyatakan dari tiga calon yang diusulkan, semuanya gugur karena tidak memenuhi kriteria. Sehingga katanya, kembali diusulkan satu calon. “Akhirnya terpilih menjadi ketua Dema FAH, Wahyu Annisa Fitri,” ucapnya.

Ketua Dema FAH, Wahyu Annisa Fitri bersyukur atas amanah yang ia peroleh, serta akan membawa Dema FAH sebagai wadah penampung aspirasi dan bakat minat mahasiswa selingkup fakultas. “Untuk rencana jangka pendek, saya akan menyusun program terlebih dahulu,” tambahnya.

Ia juga menginginkan dalam kepengurusan ke depannya, dirinya bersama pengurus Dema FAH yang baru dapat membuat Dema fakultas lebih hidup. “Semoga Dema dapat membawa kebanggaan untuk fakultas,” tuturnya. (ulf)

Wartawan : Faisal Haris Mantori (Mg) Rais Siddiq (Mg).

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Piala AFF 2020, Antara Prediksi, Ekspektasi dan Kenangan Pahit

Next Post

Fakultas Syariah UIN IB Siap Buka Dua Program Studi Baru 2023 Mendatang

Related Posts
Total
0
Share