Suarakampus.com– Nabi Muhammad hanya mendapatkan sekitar sembilan kali Ramadan setelah hijrah, namun dalam waktu singkat mampu membawa perubahan besar dalam sejarah manusia. Hal itu disampaikan Ulil Albab dalam Tabligh Akbar Tarhib Ramadan bertema “Ramadan Momentum Perubahan dari Kegelapan Kapitalisme-Sekuler Menuju Cahaya Islam” di Masjid Alhakim, Sabtu (14/02).
Ulil Albab menjelaskan, dalam periode tersebut berbagai wilayah berada dalam pengaruh Islam. “Umat islam tumbuh menjadi kekuatan besar yang disegani,” jelasnya.
Alumnus Timur Tengah ini menambahkan, kekuatan islam menguat sebab keimanan yang kokoh dan ketaatan total kepada Allah. “Selain itu, juga terdapat kesungguhan dalam menjalankan dakwah,” tambahnya.
Penceramah ini mengajak jamaah untuk melakukan refleksi diri. “Sudah berapa kali Ramadan kita jalani?,” sebutnya.
Dalam ceramah yang di gelar, Ulil mengatakan usia kita menunjukkan jumlah ramadhan yang sudah kita jalani. “Sejauh ini, perubahan apa yang sudah terjadi dalam dirinya?” tanyanya.
Menurutnya, pertanyaan yang patut direnungkan adalah bagaimana iman, akhlak dan amal kita setiap bertemu ramadhan. “Apakah semakin berkualitas atau sebaliknya?,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, lulusan Timur Tengah tersebut mengisahkan sabda Rasulullah yang menegaskan bahwa para sahabat adalah sahabatnya. “Sedangkan saudaranya adalah generasi setelahnya yang tetap beriman tanpa pernah berjumpa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Ramadhan seharusnya menjadi momentum perubahan yang nyata. “Bukan sekadar rutinitas tahunan tanpa makna,” tutupnya. (Fau)
Wartawan : Zahra Mustika
Related Posts
UIN IB Adakan Kuliah Hybrid Semester Mendatang, WR I: Langkah Efektif Menuju Adaptifitas Mahasiswa
Suarakampus.com- Mekanisme perkuliahan untuk seluruh Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang akan dilaksanakan secara hybrid pada…
Turap Febi UIN IB Mulai Dikerjakan
Suarakampus.com– Perbaikan titik longsor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang…