Universitas Gajah Mada angkat pengalaman respons kesehatan dari banjir Aceh Utara.

Sutono, Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM memberikan pengantar pada Webinar Manajemen Operasional Respons banjir Aceh Utara. Sumber Foto : Tangkapan layar youtube diakses melalui channel PKMK FK-KMK UGM.

Suarakampus.com– Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak akhir November lalu picu perhatian serius kalangan akademisi. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar webinar bertajuk Manajemen Operasional Respons Banjir Aceh Utara sebagai ruang pembelajaran bersama, Senin (12/1).

Pembawa acara kegiatan, Fina Yuli Anhar menyampaikan banjir Aceh Utara bukan sebab alam semata. “Peristiwa tersebut adalah ujian nyata bagi sistem respons Kesehatan,” ujar Fina.

Ia berharap agar pengalaman lapangan yang dibagikan dalam forum tidak hanya menjadi catatan. “Pengalaman ini perlu diolah menjadi pengetahuan,” katanya.

Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM, Sutono menjelaskan bencana hidrometeorologi di Aceh dipicu oleh curah hujan tinggi. “Bahkan saat kami kembali dari lapangan, hujan masih turun dan banjir masih terjadi di beberapa wilayah,” ungkapnya.

Sutono menuturkan, kondisi tersebut mendorong Tim FK-KMK UGM untuk segera melakukan koordinasi internal dan eksternal. “Guna merespons dampak krisis kesehatan yang cukup besar,”tuturnya.

Menurut Sutono, kolaborasi antara Instansi dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menangani krisis kesehatan akibat bencana. “Sinergi menjadi kekuatan utama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Gede Yulian dan Maidar menjadi juru bicara Utama dalam webinar ini, Gede Yulian menekankan pentingnya aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC).“HEOC berperan dalam mengatur alur informasi, serta kebutuhan layanan kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Maidar menyampaikan pendampingan dari berbagai pihak sangat penting. “Hal itu akan membantu penguatan koordinasi dan operasional layanan kesehatan di wilayah terdampak,” pungkasnya. (rar)

Wartawan : Zahra Zaqhira Pilli (Mg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Tuan Peluka Berdasi

Next Post

Di Balik Lumbung Kosong

Related Posts