Suarakampus.com – Konsistensi dalam belajar menjadi kunci keberhasilan Uut Endang Sari meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90 pada Wisuda ke-96 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) itu mengaku pencapaian tersebut diraih melalui proses panjang yang dijalani dengan disiplin, Rabu (29/7).
Uut mengatakan, selama menjalani perkuliahan ia berusaha tidak menunda setiap tugas yang diberikan dosen. Baginya, memahami materi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar nilai tinggi.
“Tidak menunda tugas yang diberikan dosen selama kuliah. Kita harus memahami materi-materi dari dosen, bukan hanya mendapatkan nilai yang tinggi,” katanya.
Ia mengaku tidak pernah menjadikan predikat lulusan terbaik sebagai target sejak awal kuliah. Keinginan itu muncul seiring hasil akademik yang terus meningkat dan dorongan dari para dosen.
“Awalnya saya tidak menyangka. Keinginan menjadi lulusan terbaik muncul ketika melihat hasil belajar yang baik, konsisten, serta dorongan dosen,” tuturnya.
Dalam perjalanannya, kedua orang tua menjadi sumber motivasi terbesar. Dukungan, doa, serta semangat yang diberikan keluarga, dosen, dan teman-teman membuatnya mampu menyelesaikan studi dengan hasil memuaskan.
“Orang tua sosok paling berjasa selama kuliah karena dukungan dan doa mereka, serta dosen dan teman-teman yang memberi semangat selama kuliah sampai di tahap ini,” ungkapnya.
Keinginan membanggakan orang tua menjadi alasan utama Uut tetap menjaga konsistensi belajar. Menurutnya, hasil yang baik tidak dapat diraih secara instan, tetapi membutuhkan proses yang dijalani dengan tekun.
Untuk menjaga keseimbangan antara perkuliahan dan aktivitas lainnya, Uut menyusun jadwal belajar serta menentukan skala prioritas. Ia juga membagi target menjadi capaian-capaian kecil agar lebih mudah diselesaikan tanpa mengabaikan waktu untuk beristirahat.
“Saya membagi target menjadi hal-hal kecil yang ingin dicapai dan tetap memberi waktu untuk istirahat atau healing agar tidak jenuh,” ujarnya.
Selain fokus pada akademik, Uut aktif mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia pernah bergabung di UKM HIPMI, Galeri Investasi Syariah (GIS BEI), dan FEBI English and Arabic Club (FEAC). Bahkan, ia pernah dipercaya menjadi Dewan Pengurus Harian (DPH) UKM HIPMI.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan diri. Meski aktif dalam berbagai kegiatan, ia tetap berupaya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab organisasi dan kewajiban akademik.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Uut berencana membangun karier di dunia kerja. Di sisi lain, ia juga memperoleh tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai kesempatan tersebut.
Menutup wawancara, Uut berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi juga memahami ilmu yang dipelajari. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin, konsisten, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Manfaatkan waktu sebaik mungkin, aktif bertanya kepada dosen, jangan lupa menjaga keseimbangan antara belajar, organisasi, dan kesehatan. Yang paling penting percaya dengan kemampuan sendiri,” pungkasnya. (fau)
Wartawan : Anisa Pitri Tara