Suarakampus.com– Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi dan seluruh perwakilan fraksi partai keluar dari Gedung DPRD untuk menandatangani surat tuntutan yang dibawa mahasiswa demonstran. Aksi demonstrasi gabungan mahasiswa dari Cipayung Plus dan Aliansi BEM Sumatera Barat berlangsung damai di Kota Padang, Senin (01/09).
Muhidi menyatakan, telah mendengarkan semua tuntutan mahasiswa bersama wakil ketua dan seluruh fraksi yang ada di DPRD Sumatera Barat. “Kami siap menandatangani surat tuntutan ini,” katanya.
Koordinator Umum Cipayung Plus Sumatera Barat, Taufiqul Hakim menyampaikan, aksi ini bertujuan menjadi contoh demokrasi yang bijak di tengah krisis nasional untuk menunjukkan kepada Indonesia cara melaksanakan demokrasi yang seharusnya. “Kami ingin menunjukkan bagaimana melaksanakan demokrasi yang bijak,” ujarnya.
Aktivis mahasiswa tersebut menjelaskan, salah satu tuntutan utama adalah mendesak 14 anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat untuk meminta maaf secara terbuka. “Jika dalam 14 jam mereka tidak minta maaf, eskalasi akan bertambah,” tegas Taufiqul.
Taufiqul menambahkan, mahasiswa juga menuntut transparansi DPRD dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat agar dapat mengetahui secara jelas setiap tindak lanjut tuntutan yang disampaikan. “Kami menuntut transparansi dalam menindaklanjuti setiap tuntutan kami,” pungkasnya.
Ketua BEM Universitas Dharma Andalas, Rivaldi menekankan, pentingnya reformasi Polri serta kejelasan kasus kematian Affan Kurniawan dalam tuntutan mahasiswa. “Kami menuntut RUU Perampasan Aset dan transparansi kematian Affan Kurniawan,” serunya.
Rivaldi memberi pesan kepada para wakil rakyat tentang konsekuensi jika tidak ada tindak lanjut dari DPR Provinsi atau DPR RI. “Kami akan turun lebih banyak dan mengorganisir seluruh organisasi di Sumbar,” tutupnya.
Kapolres Kota Padang, Apri mengungkapkan, rasa syukur atas situasi yang terkendali meski sempat terjadi lemparan, namun dapat ditenangkan oleh sesama pengunjuk rasa. “Demo hari ini aman dengan kegiatan pembersihan yang baik,” tuturnya.
Pejabat kepolisian tersebut menekankan aksi di Sumatera Barat menunjukkan jati diri masyarakat Minangkabau yang berbeda dengan daerah lain. “Hari ini kita buktikan Sumbar punya nilai adab berbeda,” ungkapnya.
Kapolres berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat dan tidak mudah terprovokasi dalam perjuangan menyampaikan aspirasi. “Mahasiswa tetap semangat, kritis, jalin solidaritas,” ucapnya. (ver)
Wartawan: Fauziah Maharatih Wahyuni, Raihani Salsabila