HMP SAA Asah Karakter Kepemimpinan Melalui LDK

Ilustrasi gambaran pemimpin (sumber:

Suarakampus.com- Lembaga Mahasiswa, dituntut untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang berwawasan dan penyalur aspirasi masyarakat kampus. Sebab, bisa bersikap bijak dalam mengambil langkah untuk menjawab persoalan yang ada.

Untuk menelaah apa yang mesti dilakukan dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada setiap anggota organisasi, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Studi Agama-Agama (SAA) UIN Imam Bonjol Padang menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), dengan mengusung tema Penanaman Jiwa Kepemimpinan yang Berkarakter dan Berwawasan Luas, dilakukan secara virtual, Sabtu (09/10).

Ketua Panitia LDK, Annisa Wahid mengatakan, tujuan diadakannya LDK sebagai pembekalan kepada mahasiswa angkatan 2020/2021, di mana telah memasuki organisasi. “Acara ini hadir, supaya memberikan bekal tersendiri mengenai dasar menjadi seorang pemimpin,” katanya.

Hingga nantinya, kata dia, setelah kegiatan peserta bisa mendapatkan sedikit banyaknya acuan bagaimana menjadi pemimpin yang baik. “Kami harap peserta bisa mempraktikkan ilmu ini saat memasuki lingkungan organisasi,” harapnya.

Marahuddin selaku Ketua Umum Prodi SAA mengungkapkan, meski mahasiswa sudah tergabung ke dalam sebuah organisasi, dia mesti memerhatikan pendapat orang lain, tidak mudah iri, visioner dan sabar. “Seseorang boleh saja cerdas, tetapi percuma jika tidak terbuka terhadap ilmu dan menutup diri dari pendapat orang lain,” ungkapnya.

Ia memaparkan seorang pemimpin yang baik harus memiliki analisis yang kuat dan bisa merencanakan berbagai hal. “Bisa saja pemimpin perkirakan tentang apa yang terjadi berdasarkan data-data yang ada,” terangnya.

Berdasarkan pengalamannya, akan banyak cobaan didapati pemimpin, maka kesabaran kunci utama memecahkan persoalan tersebut. “Tanpa kesabaran, bagaimana mungkin pemimpin bisa memecahkan berbagai masalah,” pandangnya.

Sementara itu, Alumni Prodi Akidah dan Filsafat Islam, Rido Putra menuturkan sebagai seorang pemimpin harus berani berargumen, serta mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. “Kita harus memiliki wawasan yang luas dan rasa social yang tinggi,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, karakter seorang pemimpin mesti tidak mengenal kata takut akan sebuah risiko saat mengurus organisasi. Sehingga tertempalah karakter yang tidak peduli akan permasalahan dan rasa menghargai antar sesama. “Pemimpin mesti terbuka terhadap pendapat dan mampu menerima kritikan,” ucapnya.

Meski dituntut banyak hal, ada cara tersendiri demi mengasah karakter kemimpinan, menurutnya melalui berbaur bersama organisasi-organisasi sosial, belajar dari pengalaman pribadi dan orang lain. “Hal ini bisa mengasah jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.

Menilik dampak LDK, salah seorang peserta Salsabilla mengatakan, dirinya semakin percaya diri dalam berorganisasi dan lebih legowo menerima pendapat sesama anggota organisasi maupun tidak. “Wawasan kita dalam membentuk kepemimpinan dalam berorganisasi semakin bertambah,” kata Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara itu. (ulf)

Wartawan: Izzatul Nisa Syafa (Mg)

Berita ini adalah kerja sama LPM Suara Kampus dengan Himpunan Mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Iluni Ingin UIN Imam Bonjol Jadi Kampus Berkompetisi Skala Internasional

Next Post

Iluni Bincangkan Kemajuan UIN IB di Tangan Birokrasi Baru

Related Posts
Total
0
Share