Kutemui Mentari di Ufuk Sana

Mentari menggambarkan suasana hati seseorang (sumber: pixabay.com)

Oleh: Asih (Mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang)

Di saat matahari terbit untuk menyinari
Di situ pula aku terbit bersamanya
Dan kulihat harapan di depan mata
Sambil memandang dengan bertanya-tanya
Mungkinkah aku yang terbit bersama mentari dikemudian hari?
Tak banyak cerita dalam hidup ini
Hanya perjuangan dan harapan yang mengikat hati
Dan matahari selalu menyapaku di pagi hari
Seakan-akan ia sedang berbicara
Tentang dunianya kepadaku
Selalu ku impi-impikan bisa masuk ke dunianya
Yang selalu menyinari dunia tanpa satu alasan
Harapan yang begitu besar kadang membuatku takut
Takut terjatuh ke dalam jurang yang terjang dan lembah yang curam
Dan takut matahari tidak menyapa pagi kembali

Padang, 24 Mai 2021.

Baca Juga: Getaran Arloji di Hatimu

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Getaran Arloji di Hatimu

Next Post

Pelaksanaan Wisuda ke-85 UIN IB Belum Ada Kepastian

Related Posts

Tuan

Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre Tuan… Kami rakyatmu yang tak terhitung jari Tak dianggap pada manik pandangmu…
Selengkapnya
Total
0
Share