Kuliah Dirumahkan, UKM dan Lembaga Mahasiswa Kurang Maksimal Serap Anggaran

Gedung Rektorat UIN Imam Bonjol Padang (Foto: Dokumentasi/suarakampus.com)

Wartawan: Dila, Delvia (Mg)

Suarakampus.com- Serapan anggaran untuk Lembaga Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 2020 diprediksi mengalami penurunan. Hal itu disebabkan pandemi yang mengharuskan perkuliahan dilakukan secara daring.

Padahal terjadi peningkatan anggaran yang cukup signifikan untuk lembaga mahasiswa dan UKM di tahun 2020. Pada 2019, kampus mengalokasikan Rp 223 juta, sementara di tahun 2020 sebesar Rp 287 juta.

Sejauh ini, seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Keuangan Rina Asmara, masih belum seluruh UKM dan lembaga mahasiswa mampu menyerap anggaran dengan maksimal. Ia menilai hal tersebut terjadi lantaran kegiatan UKM tak dapat berjalan karena pandemi. “Sampai hari ini pun masih ada UKM yang mengajukan proposal kegiatan,” kata Rina, Senin (28/12) di ruangannya saat ditemui suarakampus.com.

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus, kata Rina, adalah UKM yang mampu menyerap anggaran dengan maksimal. Sementara UKM T3Q berada di urutan paling bawah dalam hal menyerap anggaran. “Untuk LPM Suara Kampus Rp 12 juta, sementara T3Q Rp 3,8 juta,” katanya.

Untuk itu, Rina menekankan kepada setiap UKM dan lembaga mahasiswa untuk lebih kreatif dalam mengusung kegiatan. “Dana ini bisa dicairkan sesuai mekanisme yang berlaku di universitas, jadi harus jelas tujuan dan realisasinya,” katanya.

Untuk jumlah lebih rinci mengenai serapan anggaran UKM, Rina mengatakan pihaknya belum bisa memberikan jumlah yang pasti. “Untuk kepastian berapanya belum bisa dipastikan karena belum semua yang direkap, kemungkinan itu selesai pada Januari,” tambahnya.

Ketua UKM KSI Ulul Albab, Redho Okasia mengatakan agak kesulitan dalam proses pencairan dana UKM dari pihak kampus. Hal itu terjadi lantaran sulitnya mengadakan kegiatan yang mampu menyerap anggaran di masa pandemi.

Sementara itu, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Relawan (KSR) PMI Taufiq Ismail, menilai selama ini kendala yang dihadapi UKM saat pencairan dana yaitu lambannya proses oleh pihak rektorat. “Kendalanya cuma karena lama diproses oleh rektorat untuk pencairan,” katanya.

Tahun ini, KSR-PMI sendiri menyerap anggaran sebanyak Rp 6 juta. Taufik berharap agar dana UKM yang tidak sempat direalisasikan dapat dicairkan di tahun depan. (ndt)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Hasil Rata Tetapkan Alif Ilham Fajriadi sebagai Pemimpin Umum LPM Suara Kampus

Next Post

Paradoks Reshuffle Kabinet

Related Posts
Total
0
Share