Suarakampus.com– Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Nabil Makarim, meraih penghargaan Bintang Aktivis atas kiprah dan kontribusinya di organisasi kemahasiswaan. Penghargaan itu menjadi apresiasi atas kepemimpinan dan dedikasinya selama kuliah, Rabu (30/7).
Nabil menuturkan, keterlibatannya di organisasi berawal dari keresahan yang mendorongnya terus berkembang dan tumbuh bersama. “Saya resah pada diri sendiri, lingkungan sekitar, dan keadaan sehingga terdorong untuk terus bersuara,” tuturnya.
Mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam ini mengatakan, kebiasaan berorganisasi telah terbentuk sejak kecil sehingga aktivisme bukan lagi beban. “Kegiatan Rihlah AMR menjadi awal saya mengenal budaya dan idealisme mahasiswa,” katanya.
Nabil mengungkapkan, ia aktif di bidang perkaderan, penelitian, penulisan, olahraga, dan kegiatan kemahasiswaan lainnya. “Saya berusaha mengambil ruang belajar di berbagai bidang,” ungkapnya.
Selama kuliah, ia aktif menjadi anggota Bidang Bakat dan Minat, Kepala Bidang Intelektual dan Keagamaan HIMA AFI, serta Ketua Umum SEMA FUSA 2025. “Saya juga masih aktif di AMR, HMI, KMTI, PERTI, dan salah satu pendiri FORMENBA,” ujarnya.
Ia juga menuturkan sempat meraih Juara II KINMU 2025 tingkat nasional pada cabang Karya Tulis Ilmiah Sosiologi Agama. “Bagi saya, setiap kontribusi dalam organisasi juga merupakan prestasi,” tuturnya.
Mahasasiswa itu menyatakan tantangan terbesar ialah menghimpun mahasiswa yang memiliki keresahan untuk bergerak bersama. “Perubahan sosial membutuhkan kerja kolektif, bukan hanya capaian pribadi,” katanya.
Ia mengungkapkan terus meningkatkan kapasitas diri melalui proses mengader dan dikader. “Saya masih belajar agar bisa memberi dampak yang lebih besar,” ungkapnya.
Peraih Bintang Aktivis itu menilai organisasi tidak mengganggu perkuliahan jika mampu mengatur waktu. “Kesibukan sering kali hanya ada dalam pikiran, padahal waktunya tetap bisa diatur,” ujarnya.
Ia mengatakan tidak berencana ikuti seleksi Bintang Aktivis sebelum didorong teman dan seniornya. “Penghargaan ini menjadi penanda sekaligus pengingat untuk berjuang lebih konkret,” katanya.
Ia berharap mahasiswa segera memulai langkah tanpa menunda. “Setiap orang memiliki jalan perjuangannya sendiri, sekecil apa pun tetap bernilai,” tutupnya. (Fau)
Wartawan: Haida Putri Lubis (Mg)
Related Posts
WR I: Penyerahan Ijazah Wisudawan Angkatan 92 Akan Diselesaikan November Ini
Suarakampus.com- Pengambilan ijazah wisudawan angkatan ke-92 ditargetkan pada Bulan November ini. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor…
Ilustrator Tempo: Menghasilkan Ilustrasi yang Baik Perlu Banyak Latihan
Suarakampus.com- Hari keempat Dialog Resep dari Dapur Tempo hadirkan Ilustrator Tempo, Kendra H Paramita. Kegiatan diskusi kali ini…
Peluncuran Buku dan Orasi Ilmiah Warnai Rangkaian Milad Ke-58 FAH
Suarakampus.com- Rangkaian peringatan Milad ke-58 Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Imam Bonjol (IB) Padang dimeriahkan dengan kegiatan…