Pemuda Sebagai Tonggak Agama dan Wajah Bangsa

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Oleh: Hary Elta Pratama

Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Imam Bonjol Padang

Suarakampus.com- Peran para pemuda merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan suatu peradaban yang bisa bergerak dalam dua hal yaitu aspek keagamaan dan kenegaraan. Dua hal yang sangat vital tersebut tidak bisa terlepas dari jiwa seorang pemuda dalam menumbuhkembangkan generasi emas bangsa indonesia yang menjalankan hidupnya sesuai dengan tatanan agama dan mencintai negara indonesia sepenuhnya.

Mendengar kata pemuda, hal itu sejatinya tidak bisa terlepas dari agama dan negara, bukan karena sebab para pemuda adalah orang yang menciptakan kemerdekaan akan tetapi lebih dari pada itu, para pemuda adalah harapan agama dan negara.

Mendengar kalimat bung karno yang berbunyi “Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku sepuluh orang pemuda niscaya akan aku guncangkan dunia.” Kalimat bung karno tersebut menggambarkan betapa hebatnya para pemuda dalam membangun bangsa dan negara serta tidak lupa akan ajaran agamanya.

Perkataan bung karno tersebut adalah kalimat pemersatu, yang mana secara kontekstual bung karno ingin menyatukan jiwa kebangsaan, teguh dalam beragama serta menciptakan keseragaman pola pikir bangsa indonesia yang kaya akan perbedaan dan budayanya.

Dengan bersatunya semangat dan jiwa para pemuda, rasanya tidak sulit untuk menjadikan bangsa indonesia menjadi negara yang penuh akan kemajuan dan perkembangan kredibilitas kenegaraan. Bukan hanya soal kemajuan, bangsa indonesia juga bisa bersaing dengan negara maju lainnya karena negara sangat membutuhkan para pemuda untuk membangun bangsa dan agama secara bersama-sama. Menciptakan sebuah peradaban atau regenerasi bangsa indonesia merupakan salah satu indikator yang membentuk karakter dan pola kehidupan para pemuda, yang mana para pemuda juga menjadi pion penting dalam ruh kemajuan dan rul peradaban.

Agama juga memberikan istilah pemuda dengan kalimat “Ketahuilah bahwa ditangan pemudalah urusan ummat dan dikakinyalah kehidupannya.” Agama pun juga menaruh harapan buat para pemuda, agama mencerminkan majunya urusan umat itu ditangan dan kakinya para pemuda, artinya apa yang dilakukan pemuda untuk agama pasti akan memajukan agamanya. Pemuda harus memiliki karakter dan akhlak seperti yang telah diajarkan oleh agama, antara lain sikap baik kepada orang lain, menyikapi situasi dengan lapang dada, serta menjadi orang yang benar.

Pemuda adalah tombak penting dalam masa depan suatu bangsa. Begitu pun dalam beragama, pemuda merupakan  usia yang ideal untuk memberi dan mencurahkan segenap tenaga dan kemampuan berkarya, berdaya dan memberi manfaat. Pemuda juga berperan penting dalam menciptakan sejarah dalam agama dan bangsa. Dalam Al-Qur’an, yang dimaksud pemuda ialah mereka yang punya prestasi, kepercayaan, ketegaran dan visi kedepan.

Disisi lain, peran pemuda juga sangat penting dalam pergerakan menuju kemerdekaan indonesia. Seperti diketahui, inisiatif pemuda dari berbagai latar belakang suku, agama dan golongan  pada tahun 1928 untuk berkumpul dan menyatukan tekad dalam  sumpah pemuda menjadi peristiwa sejarah penting bagi bangsa indonesia. Di masa sekarang dengan kemajuan teknologi, para pemuda yang sering disebut kaum millenial mempunyai produktifitas yang baik. Apalagi, keterampilan menggunakan teknologi informasi memang didominasi oleh anak-anak muda.

Dari segi pendidikan, katanya generasi sekarang juga mendapatkan suguhan ilmu yang lebih lengkap, mulai dari program pra sekolah hingga bermacam bimbingan belajar non-formal. Namun dalam aspek keagamaan, sesungguhnya para pemuda yang cerdas dan tangguh tidak ada artinya bila imannya rapuh karena itu, jika ingin para pemuda itu diperebutkan oleh instansi mana pun, dalam kondisi saat ini pemuda harus bisa menguasai tiga hal yaitu pemeliharaan fisik yang dimilikinya, yang kedua bisa menjaga kebugaran, ketegaran dan kecerdasannya dan yang ketiga harus mematangkan keimanannya.

Beralih sedikit kedalam ranah sejarah, sumpah pemuda adalah sebuah hasil brilian yang terjadi saat pra kemerdekaan. Dimana pada tahun 1928 rakyat indonesia masih dalam kekolotan kesukuan dan kedaerahan, bahkan dalam kehidupan beragama sekalipun. Ketika itu para pemuda tampil bersatu dengan dikumandangkannya lagu indonesia raya karya WR. Soepratman. Dan dengan deklarasi pada tanggal 28 Oktober 1928 tersebut, seluruh tanah dari kota Sabang sampai Merauke, bagaikan satu kesatuan. Satu kebangsaan, satu bahasa dan satu persaudaraan walaupun dipisahkan oleh berbagai selat dan laut yaitu indonesia.

Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan aset bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan negara banyak tergantung pada kaum mudanya sebagai agen of change (agen perubahan). Pada setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu ada darah muda yang memeloporinya. Namun, pemuda indonesia dewasa ini telah banyak kehilangan jati dirinya, terutama dalam hal wawasan kebangsaan dan patriotisme (cinta tanah air) indonesia. Oleh karenanya dibutuhkan adanya re-thinking (pemikiran kembali) dan re-inventing (penemuan kembali) dalam nation character building (pembangunan karakter bangsa) bagi pemuda yang berwawasan kebangsaan dan patriotisme untuk menemukan kembali jati diri bangsa.

Kekuatan sebuah bangsa terletak di tangan para pemudanya. Karena merekalah yang akan menunjukkan wajah kehormatan suatu bangsa dalam segala kontes kehidupan. Jika para pemuda dalam suatu negara mengalami kerusakan moral dan agama, maka sangat disayangkan nasib bangsa itu nantinya, karena bagaimana pun pemuda adalah kader bangsa yang harus terbina dengan segala bentuk pendidikan, baik itu pendidikan kejiwaan (psykologi) sampai pendidikan politik. Jangan sampai pendidikan yang dirancang dan dilaksanakan oleh negara tidak memerhatikan masa depan para pemudanya. Apalagi hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan saja.

Pemuda merupakan kunci dari adanya pembangunan dan perubahan yang terjadi pada bangsa indonesia, oleh sebab itulah pemuda dianggap sebagai suatu penerus bangsa, terutama bagi bangsa indonesia sendiri. Dengan adanya peran pemuda yang signifikan, seperti peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan, dapat menjadi suatu langkah atau pintu awal bagi bangsa indonesia untuk lebih maju dan berkembang lagi dimasa yang akan datang, terlebih di mata dunia.

Bagi pemuda dan aktivis muslim, tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka, mengapa demikian? Mereka hidup dan tinggal di negara penduduk yang mayoritas memeluk agama islam yaitu negara indonesia. Hal tersebut tentu akan menjadi suatu tantangan bagi mereka untuk memajukan bangsa dan negaranya. Perubahan yang akan terjadi di masa mendatang akan berkaitan erat dengan apa yang dilakukan dan diperjuangkan oleh pemuda masa kini. Pemuda yang ada di masa sekarang harus mampu untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan bangsanya di masa mendatang yaitu dengan cara berjuang dan terus mempelajari apa yang harus dihadapi kedepannya.

Orang muda mesti menjadi bagian pertama  memberi contoh kepada yang lain.    Menjadi pribadi yang kritis atas persoalan bangsa.  Menjadi orang yang mengutamakan kepentingan bersama. Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Hidup toleransi dan menghargai perbedaan. Dan, menghormati keyakinan agama orang lain. Karena itu dijamin UUD 1945.

Tugas dan tanggung jawab orang muda dirasakan berat, apabila dilakukan sendiri-sendiri. Untuk itu, perlu dikerjakan secara bergotong royong. Bersama-sama menjalankannya. Melalui ide, kreatifitas dan karya pengabdian yang dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara. Hanya dengan kebersamaan, bersatu padu, bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang seperti kita alami saat ini. Perubahan yang akan terjadi di masa yang mendatang akan berkaitan erat dengan apa yang dilakukan dan diperjuangkan oleh pemuda masa kini, karena bukan seberapa besar para pemuda ingin berubah tetapi seberapa besar para pemuda tersebut ingin membangun perubahan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Masyarakat Solok Selatan Ingin Bupati Tindak Tegas PT. RAP

Next Post

Hari Libur Nasional Digeser, Gubes UIN IB: Tidak Hilangkan Esensi Maulid Nabi

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty