Prodi Terfavorit 2023, UKT PI Tergolong Besar

Potret Mahasiswa Dan Ketua Prodi Psikologi Islam UIN Imam Bonjol Padang (Sumber: Suci/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Tergolong Program Studi (Prodi) terfavorit di UIN Imam Bonjol Padang, Prodi Psikologi Islam (PI) miliki UKT yang terbilang besar. Hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan fasilitas yang disediakan.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK)/ No. 1155/ 2023/ UKT-Non KIP-SPAN PTKIN tentang penetapan UKT Mahasiswa Baru UIN Imam Bonjol Padang, Prodi Psikologi Islam (PI) mendapatkan UKT tertinggi di UIN Imam Bonjol Padang.

“Sudah pasti UKT tinggi karena prodinya banyak diminati,” ujar Yasrul.

Menanggapi hal tersebut, selaku Ketua Prodi PI, Reza Fahmi menyebutkan penilaian UKT seharusnya dilihat dari akreditasi dan fasilitas yang disediakan. “UKT itu merupakan komponen belajar seandainya tinggi maka fasilitas yang didapat pun harus mumpuni,” tuturnya.

“Seharusnya dengan UKT sebesar itu bisa meningkatkan kualitas prodi,” sambungnya.

Lanjutnya, setiap tahun prodi PI meminta peningkatan fasilitas namun sampai sekarang belum terealisasikan. “Seperti penambahan alat tes dan labor psikologi,” pungkasnya.

Ia mengaku setiap tahunnya lebih kurang sebanyak lima orang mahasiswa ada yang mengambil cuti dan berhenti lantaran UKT yang terbilang besar. “Kami dari pihak prodi hanya bisa mencarikan donatur untuk menutupi kekurangan UKT tersebut,” paparnya.

Sementara itu, mahasiswa prodi PI, Hana Ulfah Rifdah mengaku UKT tergolong besar tidak sebanding dengan fasilitas yang diterimanya. “Kamar mandi, musala, serta parkiran yang kurang memadai,” sebutnya.

“Labor juga terbilang belum memenuhi standar, tetapi untuk ruang kelas itu sudah nyaman,” jelasnya.

Ia berharap pihak kampus dapat meningkatkan sarana dan prasarana setiap prodi. “Demi kesejahteraan bersama UIN IB,” harapnya.

Kendati demikian, mahasiswa prodi PI, Putri menyebutkan dengan UKT sebesar Rp3.500.000 menurutnya sudah memenuhi standar untuk fasilitas yang disediakan. “Kelas yang nyaman serta ada labor,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan untuk penggunaan labor hanya diperbolehkan bagi mahasiswa semester enam hingga delapan. “Biasanya digunakan untuk praktek, tes wawancara dan kegiatan lainnya,” tutupnya. (wng)

Wartawan: Ummi Nadia (Mg) dan Sri Rizki Pauziah Siregar (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Lemah

Next Post

Rasa Sakit

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty