Pulang

Ilustrasi: Nadia/suarakampus.com

Oleh: zelzira miky lezia

(Mahasiswa UIN IB Padang)

Dalam langkah, tak berhenti aku merayap jauh
Meniti jalan yang entah ke mana arahnya
Tuhan, apakah engkau melihatku dari kejauhan?
Aku sudah terlalu jauh dalam perjalanan sendiri

Di hamparan waktu, aku tapaki jejak, mencari
pulang, bertanya pada angin
Namun, pulang seakan menjauh hilang di ufuk
Tuhan, apakah engkau mendengar bisik hatiku
yang patah?
Aku sudah terlalu jauh dalam pencarian
yang tak kunjung usai

Ada yang bilang, jalan yang jauh jangan lupa pulang
Kebingungan menyelimuti hati entah mengapa
Entah kenapa segala hal menjadi terasa rumit
Seperti benang yang terus berbelit-belit

Pulanglah, kata hati yang merintih di tengah kehampaan
Sorot mata kosong menyatu dengan bayangan pilu
Aku sudah terlalu jauh terombang-ambing
Dalam perjalanan yang tak berkesudahan

Bolehkah sekali saja aku menangis?
Mengugurkan beban di pundak yang kian merapuh
Sekali saja, biarlah dunia tahu bahwa manusia
tak selalu kuat sepanjang waktu.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Seperti Senja dan Samudra

Next Post

Buka Peluang Studi Lanjut ke Luar Negeri, UIN IB Adakan Sosialisasi Beasiswa ke Turki

Related Posts

Rasa

Penulis: Ulfa Desnawati Rasa empat huruf fenomenaTerdengar sakral dari satu sisiAnugerah dari MahakuasaMemberi rasa untuk merasa Rasa itu…
Selengkapnya
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty