Sekarat Tapi Tak Mati

Ilustrasi seorang anak yang berdiri di antara bangunan terbakar, merepresentasikan luka batin dan konflik diri. Sumber : Najwalin Syofura.

Oleh : Anisa Fitri Tara
(Mahasiswi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam)

Aku sekarat
Bukan oleh luka
Melainkan oleh hati dan pikiranku sendiri
Yang terus berbohong

Kepalaku gaduh tanpa henti
Amarah dan benci
Bergantian duduk di dada
Menyebut dirinya benar

Aku lelah berperang
Dengan diriku sendiri
Lelah menenangkan dunia
Lelah akan banyak hal
Sementara batinku runtuh perlahan

Jika aku masih berdiri hari ini
Bukan karena kuat
Hanya karena belum tahu
Cara menyerah dengan benar

Aku tidak mati
Aku hanya
Terlalu lama
Bertahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Orkestra Sunyiku

Next Post

Sendal Legendaris

Related Posts