Tidak Transparan, Peserta Kritik Panitia Munas BEM-SI 2021

Suasana Munas juga sempat ricuh lantaran tidak diperbolehkannya beberapa peserta masuk (foto: ig @bangsamahasiswa)

Suarakampus.com- Peserta Musyawarah Nasional (Munas) Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM SI) 2021, mengkritik Universitas Andalas sebagai pihak penyelenggara yang terkesan tidak siap. Kritikan tersebut muncul lantaran sikap arogansi dan ketidaktransparan panitia yang berujung penelantaran sejumlah peserta Munas, Senin (29/03).

Sebagai informasi, Unand ditunjuk menjadi tuan rumah Munas BEM SI ke-14 selama satu minggu (28 Maret-03 April) ke depan. Adapun kritikan tersebut berasal dari keterangan tertulis peserta.

“Sangat disayangkan selama proses penyelenggaraan Munas, peserta menemukan beberapa kejanggalan yang mengarah kepada ketidaksiapan tuan rumah,” bunyi siaran pers tersebut.

Merujuk pada teknis yang diputuskan tuan rumah, Munas tahun ini diselenggarakan dengan skema hybird. Poin kritik dari keputusan ini adalah tidak adanya pertimbangan yang rasional, serta panitia juga enggan memberikan penjelasan berkaitan skema dan teknis yang digunakan untuk memastikan forum atau sidang.

Sebelumnya, ada belasan delegasi kampus yang bersusah payah untuk sampai di tempat Munas, namun tuan rumah tidak mengakomodir dan terkesan menelantarkan peserta. “Bukannya memfasilitasi mereka, panitia malah mengusir belasan delegasi tersebut untuk pulang,” sambungnya.

Panitia tidak memperbolehkan belasan delegasi itu untuk masuk mengikuti Munas karena mereka belum selesai dalam hal administrasi. “Selain itu, panita berdalih kuota maksimal sebanyak 150 peserta telah terpenuhi. Sedang panitia juga tidak mampu menunjukkan dari daftar hingga transparansi verifikasi 150 peserta tersebut,” jelasnya.

Hingga saat ini (29/03), belum ada kejelasan nasib mereka sebagai perwakilan dari belasan kampus tersebut. Untuk itu, forum mendesak dikembalikan kepada kedaulatan peserta yang diambil melalui forum demokratis, bukan keputusan sepihak atau tuan rumah.

Kemudian, tidak hadirnya Pengurus Inti Aliansi BEM-SI yang diharapkan mampu menyelesaikan persoalan ini menambah kekecewaan peserta Munas. Padahal, hadirnya pengurus inti tersebut diharapkan mampu mengakomodir aspirasi dari peserta.

“Pengurus inti pun seolah lepas dari tanggung jawab dengan tidak mampu memberikan draft tata tertib yang ditagih dan ditanyakan oleh peserta Munas,” ungkapnya.

Peserta mendesak panitia bijak dan tidak memperkeruh keadaan dengan menyederhanakan persoalan ini. “Agar jargon solidaritas dan soliditas perjuangan mahasiswa tidak mengenal standar ganda, saatnya meninggalkan seluruh kepentingan sektoral dan mendahulukan keutuhan dan kepentingan aliansi secara universal,” tutupnya. (Red)

Wartawan: Hungri Somi Julta

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Sambut Pergelaran PKM se-Sumatera, UIN IB Lakukan Seleksi Calon Peserta

Next Post

Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari dalam Pertemanan

Related Posts
Total
0
Share