Benahi Lembaga Mahasiswa, WR III Turun Langsung Membentuk Sema

Sosok WR III UIN IB, Welhendri (sumber: Ulfa/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Imam Bonjol Padang, Welhendri Azwar mengatakan pihaknya segera memperbaiki lembaga mahasiswa berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 4961 Tahun 2016. Dengan meminta setiap fakultas mengirimkan nama-nama utusan Prodi menjadi calon pengurus Senat Mahasiswa (Sema), mulai (01-08/11) mendatang.

Sebelumnya, pembentukan lembaga mahasiswa dilakukan oleh Badan Pemilihan Umum Mahasiswa (BPUM) berdasarkan SK Rektor tahun 2019. Namun hingga saat ini, belum terlihat titik terang penyelenggaraan Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) dari BPUM. Sehingga Wakil Rektor III mengambil keputusan tersebut.

“Saya tidak membubarkan BPUM, tapi saya memperbaiki lembaga mahasiswa,” jelas Welhendri, Selasa (02/11).

Ia meniliai keberadaan BPUM tidak sesuai dengan SK Dirjen 2016, karena tupoksinya hingga saat ini belum nampak. “Saya telah memberikan waktu untuk mereka berdiskusi, namun belum ada hasil didapatkan,” tegasnya.

Welhendri Azwar ingin memperbaiki lembaga mahasiswa dengan melakukan pemilihan secara objektif, tanpa embel-embel kepentingan dan mengikutsertakan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Kita mendorong aktivis-aktivis kampus ikut serta dalam kepengurusan lembaga mahasiswa nantinya,” tuturnya.

“Nantinya hal ini akan berdampak pada penambahan poin nilai akreditasi dari berbagai Prodi di UIN IB,” ucapnya.

Sambungnya, setelah struktur kepengurusan Sema dibentuk dengan cara musyawarah, ia ditugaskan membentuk panitia pemilihan Dewan Eksekutif Mahasiswa. Sebab menurutnya, metode ini dapat mencegah terjadinya perselisihan dalam Pemira.

Ia berharap agar lembaga mahasiswa terbentuk secara objektif tanpa mementingkan kepentingan individu maupun kelompok. “Semoga mahasiswa dapat berkompetisi dengan baik,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Sema UIN IB Abrian Tanjung mengatakan, semestinya WR III tidak mengambil alih karena akan mematikan demokrasi. Namun, ia membenarkan kebijakan WR III karena kurangnya keharmonisan dan kerja sama antara BPUM dan Sema.

Abrian berharap Sema yang bakal ditunjuk nantinya bisa menjadi lembaga internal dengan visi misi progresif. “Semoga kepengurusan selanjutnya mampu membawa nama UIN IB sampai ke kancah nasional,” inginnya.

Memandang kebijakan ini, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Rahmat melihat hal ini sebagai inisiatif WR III untuk perubahan lembaga mahasiswa. “Semoga pergerakan WR III ini bisa membawa UIN IB lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, saat dikonfirmasi terkait hal ini Ketua BPUM, Rahmat Hidayat belum memberikan keterangan. (ulf)

Wartawan: Izzatul dan Salsa

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Kemuslimahan Al Irsyad Fakultas Syariah Gelar Kajian Forum Annisa

Next Post

Founder Indscript Creative, Indari: Pebisnis Mesti Kreatif dan Produktif

Related Posts
Total
0
Share
Hacklinkizmir nakliyatbalgat nakliyateryaman evden eve nakliyatçankaya nakliyat