Kemendikbud Resmi Luncurkan Program Kampus Mengajar Angkatan Pertama Tahun 2021

Mendikbud, Nadiem Makarim Saat Diskusi Online (Foto: Hary/suarakampus.com).

Suarakampus.com- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkerja sama dengan Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), resmikan peyelenggaraan Program Kampus Mengajar Angkatan Pertama tahun 2021. Hal ini dilakukan untuk menantang mahasiswa magang agar berkontribusi dalam peluncuran program tersebut.

Selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menjelaskan dengan adanya program ini hendaknya bisa memperbaiki mutu pendidikan nasional dengan diikut sertakan mahasiswa dan pelajar.

“Saya mengajak mahasiswa yang berpartisipasi di seluruh Indonesia untuk beraksi, berkolaborasi dan berkreasi dalam mengajar siswa Sekolah Dasar (SD) selama 12 minggu. Dan kepada perguruan tinggi hendaknya melakukan perubahan cara mengajar sehingga para mahasiswa bisa terpenuhi haknya,” jelasnya saat diskusi via Zoom Meeting, Selasa (09/02).

Lain halnya dengan Mendikbud, Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban mengatakan untuk berjalan lancar dan tercapai tujuannya, diyakini program tersebut menyerap anggaran sebesar Rp 70 triliun.

“Dengan dana yang diluncurkan nantinya kepada Program Kampus Mengajar Angkatan Pertama dapat membantu kegiatan tersebut dan bisa membawa impak pada pendidikan nasional di saat pandemi ini,” katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam memaparkan dengan adanya program kampus mengajar dapat menjadi wadah bagi mahasiswa magang mengaktualisasikan ilmunya ketika proses mengajar nantinya.

“Ketika mahasiswa mendharmakan pengetahuannya dengan ikut mendampingi guru di sekolah dalam mengajar itu sangat membantu adik-adik kita, yang sekarang ini kesulitan untuk mengikuti pendidikan selama pandemi,” papar Nizam.

Sambungnya, program tersebut akan mencari mahasiswa berdomisili dekat dengan SD yang disasarkan. Dengan mengajar selama enam jam sehari maka sama halnya nilai mahasiswa dengan 12 SKS dalam satu semester.

“Saya ingin mahasiswa magang bisa berkontribusi dalam mendidik adik-adik SD sebagai ganti pembelajaran online dan belajar dari pengalamannya,” tutupnya. (ulf)

Wartawan: Hary Elta Pratama (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Perempuan Harus Mampu Bergerak di Bidang Sosial, Budaya dan Politik

Next Post

FDIK Gelar Ujian Komprehensif Secara Daring dan Luring

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty