Ikuti Konferensi Internasional di Istanbul, Aufa Bahas Masalah Kesehatan Mental

Mahasiswi Psikologi Islam, Aufa Melia Mareta di konferensi internasional Istanbul Youth Summit 2021(Foto: Aufa)

Suarakampus.com- Mahasiswi Jurusan Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama-agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang, Aufa Melia Mareta jadi salah satu wakil Indonesia dalam Istanbul Youth (IYS), Turki. Dalam IYS yang diselenggarakan pada 22-25 Maret 2021 itu, Aufa mempresentasikan essay tentang public health dengan tema kesehatan mental.

Aufa mengatakan, alasannya memilih tema kesehatan mental terkait erat dengan kondisi sosial masyarakat di tengah pandemi yang mengharuskan physical distancing. “Dengan diterapkannya physical distancing, berpotensi menimbulkan kecemasan bagi individu sehingga berdampak terhadap kesehatan mental,” kata Aufa melalui WhatsApp kepada suarakampus.com, Kamis (25/03).

Lanjutnya, terganggunya kesehatan mental individu di tengah pandemi sangat berpotensi untuk membuat seseorang merasa kesepian. “Segala kegiatan yang dilakukan dari rumah, mulai dari kerja hingga bersekolah sangat rentan membuat individu mengalami kesepian,” katanya.

Kemudian, dalam presentasinya di hadapan perwakilan negara-negara yang mengikuti IYS, Aufa juga menyinggung dampak pandemi terhadap rasa ketakutan berlebih oleh individu dalam melihat masa depan. “Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan usai, dan ini sangat memungkinkan individu mengalami rasa cemas berlebih dan bahkan bisa berujung pada tindakan bunuh diri,” kata Mahasiswi Psikologi Islam angkatan 2018 itu.

Aufa menyebut, bunuh diri menempati posisi ketiga yang menyebabkan kematian pada anak muda dalam rentang usia 15-19 tahun. “Indikasinya karena banyak anak muda yang merasa kesepian dan putus asa dalam melihat masa depan lantaran pandemi yang membatasi ruang gerak manusia,” kata Aufa.

“Semoga dengan diangkatnya persoalan ini dapat dicarikan solusi dan jawabannya bersama,” harap Aufa.

Sebagai informasi, IYS  adalah konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh  Youth Break The Boundaries. Seluruh aktivitas dalam IYS ini bertujuan untuk mendorong pemimpin masa depan untuk menembus batas kemampuan, membuka ruang dialog anak muda dari berbagai negara dan menghasilkan aksi nyata untuk membentuk pemimpin masa depan.

Istanbul Youth Summit kali ini mengusung tema Public Leadership through The Crisis dengan enam fokus topik, yaitu pendidikan, ekonomi, pemerintahan, kesehatan masyarakat dan lingkungan. (red)

Wartawan: Nandito Putra

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mahasiswi UIN IB Wakili Indonesia ke Istanbul Youth Summit

Next Post

Mukosma HMJ PMI Tetapkan Ridho Rizkiadi Sebagai Ketua

Related Posts
Total
0
Share